16 April 2021, 17:45 WIB

Allah SWT Menggaransi Pahala Berkali Lipat saat Bersedekah


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ramadan

SETIAP umat Islam yang memiliki kelebihan rezeki diperintahkan Allah SWT untuk senantiasa mengeluarkan sedekah, infak zakat atau membagi setiap rezekinya kepada orang yang membutuhkan.

Sedekah atau pemberian seorang kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sehingga berbagi ini menjadi salah satu yang sangat disenangi Allah SWT. Lantaran diberikan secara sukarela maka sedekah merupakan bukti iman dan ketaatan manusia pada Allah SWT. Sedekah itu tidak dapat dipaksakan, melainkan panggilan hati dan jiwa untuk melakukannya dengan ikhlas dan dapat menyenangkan hati orang lain.

Bahkan menurut Ketua FKUB Jawa Tengah KH Taslim Syahlan dalam Tausiahnya yang diteyangkan di Youtube Univetrsitas Wahid Hasyim Semarang, mengatakan berbagi, berinfak, bersedekah atau berzakat menjadi takaran seseorang seberapa jauh kualitas keimanan dan ketakwaannya.

"Sesungguhnya berbagi apakah itu juga merupakan takaran seorang dalam kdar ketakwaannya yang mana ini termasuk dalam kategori yang bijaksana atau bajik," kata Taslim.

Ia mengatakan, kadar ketakwaan seseorang memang bukan hanya dilihat dari cara dia menghadap ke barat atau dalam konteks sholat saja tetapi melihat pula sebarapa jauh seseorang membelanjakan aset atau rejeki yang diberikan oleh Allah untuk dibagikan kepada sanak saudara, lingkungan dan kerabat yang lain.

"Jadi ketakwaan itu bukan hanya dengan Allah, bukan hanya secara vertikal tetapi horizintal kepada sesama," katanya.

Ia melanjutkan, berbagi bisa dilakukan ke lingkungan terdekat kita, kerabat kita, kepada yatim piatu, orang-orang miskin, ibu yang sakit dan sebagainya, sehingga penting doilakukan.

Taslim mengingatkan untuk tidak perlu khawatir berbagi ini akan menjaikan miskin, bahkan justru akan sebaliknya. Allah akan melipatgandakan ganjaran pahala.

Hal ini tertuang pada Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah SWT menjelaskan pahala dan bagaimana perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta dijalan Allah SWT. Perumpamaan orang yang mengeluarkan harta di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir yang pada tiap bulirnya berisi 100 biji.

"....Dan Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang dikehendaki. Dan Allah Mahahalus karunia-nya lagi Maha mengetahui.” (Al-Baqarah 261).

Tak hanya itu, garansi Allah memberikan balasan pun sangat instans. "Balasannya dari yang kita keluarkan itu sekarang, kalau saya boleh bilang ini cash. Tidak besok nunggu di akhirat, itu masih terkalu lama hari ini begitu berbagi berinfak, hari ini juga Allah sudah menggantinya," ucapnya.

Tak hanya itu, Allah pun akan menggaransikan balasan lainnya kepada orang bersedekah atau berbagi yakni mendapat lindungan di hari akhir, mendapat keberkahan dari hartanya, dosanya akan dihapuskan, dipanjangkan umurnya dan sebagainya.

"Kita harus maknai ini sebagai jalan lurus yang kita jalani sejak hari ini. Ramadhan ini menjadi momentum kesadaran kita sebagai hamba allah yang selalu merindukan kasih sayangnya dengan berbagi sesama," kata Taslim. (OL-13)

Baca Juga: Ratusan Tuna Netra di Tasikmalaya Gelar Tadarussan Alquran

BERITA TERKAIT