16 April 2021, 17:30 WIB

Ratusan Tuna Netra di Tasikmalaya Gelar Tadarussan Alquran


Adi Kristiadi | Ramadan

KALANGAN tuna netra di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tetap semangat mengaji atau tadarus Al Quran braille selama Ramadan. Dikoordinir oleh Yayasan Al-Hikmah di Jalan Cintarasa, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pembina Yayasan Al-Hikmah, seorang tuna netra juga berasal dari Negeri Jiran Malaysia. Sebelum pandemi, setiap tahun kegiatan tadarus Al Quran dilakukan tatap muka, namun kini dilakuan daring atau onlen.

"Ada pandemi virus korona membuat semua manusia tidak bisa berbuat banyak. Sekarang ini waktunya untuk mendekatkan diri kepada maha pencipta. Terutama di bulan Ramadan yang membawa keberkahan agar wabah virus korona secepatnya hilang," kata seorang penyandang tuna netra, Mamat Rahmat, 57, Jumat (16/4/2021).

Rahmat sebelumnya bisa melihat, menginjak usia 6 tahun dia sakit dan tiba-tiba begitu gelap hingga wajah ayah dan ibunya tidak terlihat. Allah telah berkata lain dan sampai sekarang dirinya tetap mensyukuri nikmat yang telah ada. Karena, dulu kedua orang tua sudah berusaha menyembuhkan dengan harta yang dimilikinya.

"Kami tetap berpesan kepada warga maupun penyandang tuna netra di seluruh Indonesia maupun Dunia agar tidak putus asa dalam menjalankan ibadah ini. Apalagi, penyebaran virus korona yang terjadi sekarang harus tetap diperangi bersama-sama cara mendekatkan diri kepada Allah dan bagi umat Islam harus membaca tadarus Al-Quran dan dzikir untuk memperjuangkan syiar Islam," ujarnya.

Menurutnya, Yayasan Al-Hikmah setiap tahun selalu menggelar pengajian tadarus Al-Quran diikuti oleh ratusan penyandang tuna netra di berbagai wilayah di Indonesia. Sebelumnya dilakukan dengan tatap muka. Namun, kegiatan tersebut sekarang ini dilakukan melalui online baik di aplikasi chatting telegram dan whatshapp karena pandemi Covid-19.

"Kami selalu melakukan tadarusan Al-Quran bersama ratusan peserta yang tergabung dalam Yayasan Louise braille Indonesia. Kami juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya, diskusi mengenai surat yang telah dibacanya agar ada wawasan keislamannya untuk masa depanya," paparnya. (OL-13)

Baca Juga: Bersyukur dan Bertakwa Itu Mudah Dikatakan Tapi Sulit Dilakukan

BERITA TERKAIT