08 April 2021, 20:35 WIB

Izinkan Salat Tarawih, Dewan Masjid Indonesia Apresiasi Pemerintah


Zubaedah Hanum | Ramadan

KEPUTUSAN pemerintah untuk mengizinkan pelaksanaan salat tarawih selama bulan Ramadan dan salat Idul Fitri 1442 Hijriah mendapatkan apresiasi dari Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla. Namun menurutnya, hal itu tetap harus dilaksanakan dengan pengawasan ketat.

Selain protokol kesehatan ketat, menurut Kalla, perlu juga pengawasan terutama dari sisi kebersihan masjid demi menjaga kesehatan bersama. Oleh karena itu, penjaga masjid atau marbot harus bisa memastikan dan mengawasi pelaksanaan ibadah salat tarawih dan salat Idul Fitri.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya Pak Menko PMK atas izin untuk melaksanakan ibadah Ramadan. Yang jelas, berbeda dengan tahun lalu, tahun ini alhamdulillah kita sudah bikin edaran agar betul-betul dilaksanakan secara ketat,” ujar mantan Wakil Presiden yang akrab disapa JK itu dalam rilis yang diterima Media Indonesia, Kamis (8/4).

Hal itu juga yang diucapkan Kalla saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Kantor Palang Merah Indonesia, Jakarta, Rabu (7/4).

Kalla juga mengatakan bahwa masjid siap menjadi pusat vaksinasi untuk seluruh Indonesia selama Ramadan nanti.

Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan salat tarawih dan salat Idul Fitri. Dalam hal ini, hal yang dinilai paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan yang ketat selama beribadah.

Ia tak bosan mengingatkan kepada para jamaah agar berupaya untuk menghindari kerumunan. Terlebih, saat akan datang menuju tempat ibadah maupun ketika selesai salat berjamaah.

“Begitu juga saat melaksanakan salat  berjamaah diupayakan agar dibuat sesederhana mungkin sehingga waktunya tidak berkepanjangan, tidak terlalu panjang, mengingat dalam kondisi masih darurat ini,” tandasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT