08 April 2021, 16:40 WIB

Sambut Ramadan dengan Operasional Ramah Lingkungan dan Menu Baru


Mediaindonesia.com | Ramadan

MENJELANG Ramadhan 1422 Hijriah, pelopor makanan khas Jepang di Indonesia mengusung konsep eco friendly atau ramah lingkungan sebagai bentuk komitmen peduli lingkungan. Di antara komitmen itu, dalam operasional sehari-hari tidak memakai tas plastik untuk pembungkus dan tidak menyediakan sedotan plastik.

Itu dikatakan General Manager Marketing PT Eka Bogainti (HokBen) Francisca Lucky saat menghadirkan outlet kelima di Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/4).  Didampingi Development Senior Manager HokBen Rezza Suhendra, ia menjelaskan bahwa di ratusan gerai di berbagai daerah berkomitmen peduli lingkungan itu dijadikan sebagai kebijakan. Gerai yang mulai beroperasi pada 26 Februari 2021 ini merupakan yang pertama di Bogor dengan konsep berdiri sendiri (stand alone).

Saat ini, gerai siap saji bergaya Jepang di Indonesia yang mengantongi Sertifikat Sistem Jaminan Halal MUI itu tersebar di sebanyak 187 gerai di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatra. Dalam usianya yang memasuki 36 tahun itu, komitmen peduli lingkungan lain berupa gagasan-gagasan untuk program seperti daur ulang limbah plastik yang bisa diubah menjadi bahan material yang bermanfaat. Sedangkan untuk bahan yang masih mengandung plastik dalam operasional gerai, kata Francisca Lucky, akan dikumpulkan dengan pemilahan-pemilahan sehingga bisa dibuat inovasi memanfaatkan bahan limbah.

Khusus Ramadhan 1422 Hijriah, seperti tahun sebelumnya, pihaknya juga menyediakan paket-paket bagi keperluan berbuka puasa bagi masyarakat yang menjalankan ibadah, baik berbuka maupun sahur. Paket yang disebut Bento Ramadan itu tersedia dalam delapan varian dengan harga Rp33 ribu sampai dengan Rp70 ribu sudah termasuk pajak. Penggemar makanan renyah dan oishii pun kini dapat menikmati varian baru bernama Karaage. Daging ayam fillet bagian paha digoreng dengan cara deep frying dapat dinikmati dengan harga Rp27 ribu.

Rezza Suhendra menambahkan bahwa program lain yaitu inovasi memadukan unsur budaya antara Indonesia dan Jepang, karena makanan di gerai Hokben berasal dari negeri Sakura itu. Bentuknya, di gerai yang ada dipadukan antara budaya tradisional Indonesia dan Jepang, seperti ada mural yang menggambarkan wayang dan sumo, jenis olahraga khas Jepang.

"Jadi, kami munculkan gagasan kreatif semacam itu, yakni bicara tidak sekadar makanan, tetapi juga pelibatan budaya seperti itu," katanya. Gerai baru di kawasan Yasmin, Bogor, menjadi salah satu yang mewujudkan perpaduan dua budaya tersebut. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT