28 May 2023, 11:55 WIB

Ini Penjelasan BEM UI Tentang Sindiran 'Jokowi Milik Parpol, Bukan Milik Rakyat'


Theofilus Ifan Sucipto |

BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menjelaskan maksud sindiran 'Jokowi Milik Parpol, Bukan Milik Rakyat' di media sosial. Unggahan itu disebut bentuk ekspresi atas situasi saat ini.

"Alasannya sederhana, karena memang begitu yang kami rasakan," kata Ketua BEM UI Melki Sadek Huang dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk Presiden Jokowi Gerilya Kotak Kosong Pilpres 2024?, Minggu (28/5).

Melki mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seyogianya berperan sebagai pejabat publik dengan maksimal. Salah satunya dengan membuat publik yakin dirinya akan mengawal Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dengan baik, langsung, bebas, jujur, dan adil.

Baca juga: Raih Kepercayaan dari Jokowi Jadi Modal Erick Maju Cawapres 

"Serta memastikan dirinya independen dan tidak ada konflik kepentingan atau keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon dari golongan tertentu," ujar dia.

Menurut Melki, hal itu krusial dilakukan Jokowi. Supaya masyarakat percaya Pemilu 2024 adalah pesta rakyat, bukan pesta bagi kelompok tertentu.

Baca juga: Jokowi Sulit Keluar Dari Nilai-Nilai PDIP

"Selain itu kami menyindir Jokowi berkali-kali menyalahgunakan fasilitas negara seperti mengantarkan salah satu calon (presiden) dengan pesawat kepresidenan ke Solo," ucap dia.

Contoh lainnya, yakni saat Jokowi mengumpulkan ketua umum partai politik di Istana Negara, Jakarta Pusat. Persamuhan itu dikritik lantaran membahas pemilu.

"Yang sangat jelas punya kepentingan kelompok tertentu," jelas Melki.

Sebelumnya, BEM UI mencuitkan pernyataan bernada menyindir Jokowi. "Jokowi Milik Parpol, Bukan Milik Rakyat," tulis BEM UI. Cuitan tersebut memang merupakan bentuk kritikan BEM UI yang menilai Jokowi tidak netral dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. (Z-3)

BERITA TERKAIT