25 January 2023, 19:19 WIB

Survei Polmatrix: Ganjar Tak Terkejar, Anies-Prabowo Bersaing di Tiga Besar


Mediaindonesia.com |

PADA awal 2023, dukungan publik terhadap Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden mengalami kenaikan. Temuan survei Polmatrix Indonesia menunjukkan elektabilitas Ganjar mencapai 25,3 persen. Ganjar meninggalkan dua pesaing beratnya dalam posisi tiga besar. Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk sementara menduduki peringkat kedua dengan elektabilitas 22,0 persen, disusul oleh Prabowo Subianto sebesar 21,1 persen.

“Elektabilitas Ganjar tak terkejar, di bawahnya Anies dan Prabowo bersaing di tiga besar bursa capres,” ungkap Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto lewat keternagan yang diterima, Rabu (25/1).

Nnaiknya elektabilitas, jelas Dendik, membuat Ganjar kian meningkatkan peluang mendapatkan tiket capres pada Pemilu 2024. Pada HUT PDIP ke-50 beberapa waktu yang lalu, banyak kalangan menduga Ganjar akan diumumkan sebagai capres yang bakal diusung.

“PDIP masih menunggu momentum yang tepat. Partai-partai yang lain juga dalam posisi wait-and-see terhadap keputusan PDIP,” tandas Dendik. PDIP merupakan satu-satunya partai yang berhak mengajukan pasangan capres-cawapres tanpa perlu berkoalisi. Menurutnya, pilihan PDIP untuk mengusung capres dan apakah akan berkoalisi dengan partai lain sangat menentukan peta politik mendatang. “Tingginya elektabilitas Ganjar menjadi salah satu pertimbangan PDIP dalam menentukan keputusan menjelang Pemilu 2024,” tandasnya.

Di luar tiga besar, ada nama-nama seperti Ridwan Kamil (5,4 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (4,7 persen), dan Sandiaga Uno (4,0 persen). “RK-Sandi mengalami rebound setelah sebelumnya terus-menerus mengalami pelemahan elektabilitas,” Dendik menjelaskan.

RK telah menyatakan bergabung dengan Golkar. Keputusan masuk Golkar, jelasnya, meningkatkan peluang gubernur Jawa Barat itu untuk diusung sebagai cawapres.

Demikian pula dengan Sandi, yang disebut-sebut bakal berpindah partai dari Gerindra ke PPP agar bisa berlaga dalam Pilpres. “Peluang Sandi lebih besar daripada bertahan di Gerindra, di mana Prabowo menjadi satu-satunya figur yang bakal diusung,” Dendik melanjutkan.

Nama-nama lain yang beredar dalam bursa capres adalah Puan Maharani (3,4 persen), Erick Thohir (2,3 persen), dan Khofifah Indar Parawansa (1,7 persen). Berikutnya ada Andika Perkasa (1,6 persen), Airlangga Hartarto (1,1 persen), dan Yenny Wahid (1,0 persen).

Sisanya hanya memiliki elektabilitas di bawah 1 persen dan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 5,9 persen. “Ke depan tampaknya peta capres akan makin mengerucut, sehingga nama-nama lain makin sulit untuk bersaing,” pungkas Dendik.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 10-18 Januari 2023 kepada 2.000 responden mewakili 34 provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error survei sebesar ±2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT