23 January 2023, 10:20 WIB

Terduga Teroris Gunakan Facebook dan Telegram Unggah Konten Provokatif


Khoerun Nadif Rahmat |

POLRI menyebutkan terduga tindak pidana terorisme yang ditangkap di Yogyakarta, AW, 39, menggunakan media sosial Facebook dan Telegram untuk mengunggah konten provokatif guna melakukan aksi teror. 

"AW menggunakan FB (Facebook) dan Telegram," kata Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar, Senin (23/1).

Aswin menyebut, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa bom rakitan beserta bahan-bahan yang digunakan guna merakit bom tersebut.

"Ada beberapa barang bukti, diantaranya dua buah bom rakitan yg sudah jadi dan bahan-bahannya," papar Aswin.

Diketahui Polri mengamankan satu tersangka tindak pidana terorisme jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di wilayah Yogyakarta, Minggu (22/1).

Baca juga: Lukas Enembe Disebut Menolak Menjawab Penyidik, KPK Diminta Mencatat

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan terduga tersangka tindak pidana terorisme tersebut berinisial AW. "Pada hari ini Minggu, tanggal 22 Januari 2023 pukul 06.00 sampai dengan 09.00 WIB telah dilakukan penangkapan terhadap 1 orang target tindak pidana terorisme berinisial AW, 39, di sekitar area jalan Pendowoharjo, Sleman, DIY," kata Ramadhan dalam keterangan tertulisnya (22/1).

Ramadhan menjelaskan AW aktif mengunggah gambar, serta video mengenai gerakan propaganda ISIS di media sosial. Akan tetapi, Ramadhan belum dapat merinci lebih lanjut mengenai akun media sosial yang digunakan oleh AW.

"Serta memposting seruan provokatif untuk melakukan aksi teror," kata Ramadhan.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan bahwa AW memiliki keinginan untuk melakukan aksi teror dengan menggunakan bahan peledak. "Adanya keinginan melakukan aksi teror dengan menggunakan bahan peledak," pungkas Ramadhan. (P-5)

BERITA TERKAIT