06 December 2022, 17:46 WIB

Jadi Anak Buah Jokowi Penyebab Elektabilitas Prabowo Turun


Anggi Tondi Martaon |

ELEKTABILITAS Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto stagnan atau bahkan turun dalam sejumlah jajak pendapat lembaga survei. Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi mengungkap alasan penurunan tingkat keterpilihan tersebut. 

"Pertama, bergabungnya Prabowo ke pemerintahan Jokowi (Presiden Joko Widodo) menjadi salah satu penyebab basis pemilih Prabowo yang memilih Prabowo 2019 migrasi memilih Anies (Anies Baswedan)," kata Pangi saat dihubungi, Selasa (6/12). 

Dia menyampaikan basis pemilih Anies dan Prabowo memiliki kesamaan, yakni Sumatra, Banten, Jakarta, Jawa Barat. "Kantong elektoral Anies persis sama dengan basis lumbung suara Prabowo. Kita lihat suara kantong basis Prabowo anjlok di Sumatra," ungkap dia.

Dia menyampaikan Prabowo dahulunya dianggap sebagai ikon bagi kelompok posisi. Otomatis, mereka akan mencari sosok ikon baru setelah Prabowo dan Gerindra memutuskan bergabung ke dalam lingkaran pemerintahan Jokowi. "Ibarat anak ayam kehilangan induknya, usai Prabowo bergabung ke kekuasaan, sekarang mereka bisa meluapkan kegelisahan dan energi oposisinya ke sosok Anies," ujar dia.

Bergabungnya Prabowo ke pemerintahan Jokowi dinilai berdampak positif. Salah satunya, menjaga stabilitas jalannya pemerintahan. "Pemerintahan Jokowi terbantu, Indonesia kuat," kata Pangi.

Menurut dia, hal itu dianggap sebagai pengorbanan yang harus dibayar Prabowo. Dia harus kehilangan basis pemilih. "Prabowo pengorbanannya berat, berdampak pada konsekuensi logis, tergerusnya suara basis Prabowo pasca bergabung ke lingkaran kekuasaan pemerintah," sebut dia. (OL-14)

BERITA TERKAIT