05 December 2022, 08:46 WIB

Guru Besar Unair: Pantas PAN Usung Capres-Cawapres Ganjar dan Erick


mediaindonesia.com |

ELEKTABILITAS Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) masih berada di pucuk berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia. Indikator Politik Indonesia menempatkan kader PDI Perjuangan ini raih suara 33,9%.

Elektabilitas Erick Thohir juga terus merangkak naik calon wakil presiden (cawapres). Bahkan Indikator Politik Indonesia mencatat elektabilitas Erick di periode November 2022 ini naik cukup signifikan menjadi 9,6%.

Tentu saja tingginya elektabilitas calon pemimpin bangsa ini menjadi magnet bagi parpol yang akan ikut kontestasi pemilu 2024.

Salah satu parpol yang sudah mulai melambungkan nama Ganjar dan Erick adalah Partai Amanat Nasional (PAN).

Bahkan di acara peluncuran bakal calon legislatif (Bacaleg) PAN se-Jawa Tengah di Kota Semarang, Ketua umum PAN Zulkifli Hasan terang-terangan menyebut Ganjar dan Erick pantas diusung PAN menjadi capres dan cawapres di pilpres 2024.

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof Hotman Siahaan menilai langkah PAN yang mulai menyatakan Ganjar dan Erick pantas diusung sebagai capres dan cawapres merupakan langkah yang sangat rasional.

Baca juga: Tokoh Pendidikan dan Lintas Agama Deklarasi Dukung Anies Baswedan Capres 2024

"Sebab dari beberapa survei politik yang dilakukan oleh lembaga survei yang memiliki kredibilitas tinggi, kedua tokoh tersebut selalu berada di posisi puncak elektabilitas," kata Hotman dalam keterangan pers, Senin (5/12).

"PAN sangat rasional memilih mereka sebagai capres dan cawapres 2024. Semua yang dilakukan oleh PAN berdasarkan basis data yang sangat akurat dari lembaga survet terpercaya di Indonesia. Sehingga apa yang disampaikan PAN ada nalar dan justifikasi berdasarkan basis datanya. Bukan asal-asalan,"kata Hotman.

Lebih lanjut lanjut Hotman mengatakan, berdasarkan simulasi dari berbagai lembaga survei politik yang ada, calon pasangan capres dan cawapres, Ganjar Erick merupakan kandidat yang terkuat untuk disung di 2024.

 Hotman menduga pasangan Ganjar Erick ini sangat diminati oleh masyarakat lantaran kombinasi yang sangat pas. Ganjar merupakan representasi politisi yang sangat piawai di Indonesia.

Sedangkan Erick dinilai Hotman memiliki kinerja yang luar biasa di BUMN. berbagai permasalahan yang pelik dapat diselesaikan dengan baik oleh Erick. Selain itu faktor kedekatan kedua tokoh ini kepada Presiden Jokowi juga turut meningkatkan elektabilitas Ganjar Erick

"Pasangan Ganjar Erick ini bagaikan pasangan Soekarno dan Hatta di era kemerdekaan dahulu. Dahulu Soekarno merupakan politikus yang besar dan solidarity maker," katanya.

"Sedangkan Hatta merupakan teknokrat yang handal dan administratif maker. Sosok Ganjar bisa mempersatukan banyak orang seperti Soekarno. Sedangkan Erick administratif maker seperti Hatta. Kinerja Erick di BUMN sangat luar biasa. Pasangan ini dari dimensi sosial juga sudah terlihat dan dari dimensi politik juga sangat cocok," kata Hotman.

Selain itu menurut Hotman pasangan Ganjar Erick juga memiliki basis pemilih yang bisa saling melengkapi di pilpres 2024 mendatang. Ganjar memiliki basis masa yang sangat kuat di wilayah Jateng dan Jatim. Sedangkan Erick memiliki basis masa di generasi milenial maupun pesantren.

"Jika dilihat dari ideal politisnya pasangan Ganjar Erick ini merupakan harapan masyarakat untuk menuju Indonesia Emas. Untuk melanjutkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,"ungkap Hotman.

Meski Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih tetap ingin memajukan ketua umum parpolnya untuk menjadi presiden di pilpres 2024, namun Hotman yakin Golkar, PPP dan PAN akan mengambil sikap rasional.

Mereka yang bergabung dalam KIB diyakini tak akan mendukung sosok yang tak laku di jual di pilpres 2024 mendatang.

"Mencalonkan ketua umumnya sebagai presiden itu perlu. Itu sebagai justifikasi politik dan solidaritas parpol. Namun mereka akan bersikap rasional dengan tak memilih calon yang elektabilitas rendah dan pasti kalah di pilpres 2024," jelasnya.

"Pasti mereka akan memilih calon yang elektabilitas tinggi dan laku di jual. Nanti parpol akan mendapatkan manfaat dari kemenangan capres cawapres yang diusung. Dalam teori politik dinamakan coat-tail effect (efek ekor jas)," kata Hotman. (RO/OL-09)
 

BERITA TERKAIT