01 December 2022, 22:08 WIB

Bawaslu Akui Keserentakan Pemilu Jadi Tantangan Besar


Yakub Pryatama Wijayaatmaja |

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengakui bahwa keserentakan Pemilu 2024 bakal jadi tantangan besar pihaknya untuk mengawasi jalannya pesta demokrasi. 

"Tantangan ke depan soal keserentakan. Maka ini kerawanannya menjadi berlipat dan lebih tinggi. Bagi bawaslu yang terpenting, utamanya di internal, jajaran pengawas pemilu harus siap, sigap, siap dan sigap berkolaborasi dengan seluruh pihak," ujar Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, Kamis (1/12). 

Baca juga: Survei Indikator: Erick Thohir Pasangan Tepat untuk Ganjar Pranowo

Maka, kata Lolly, Bawaslu pun berkomitmen untuk terbuka secara informasi ke publik karena memang seluruh informasi kepemiluan harusnya menjadi milik publik kecuali yang dikecualikan. 

Kemudian, Lolly menyebutkan permasalahan lainnya soal rekrutmen jajaran pengawas pemilu. 

Pasalnya, Lolly menilai dalam momen rekrutmen jajaran pengawas pemilu marak disinformasi yang muncul. 

"Kecepatan respons menjadi konsentrasi serius Bawaslu supaya sesuatu yang tidak benar segera tertutup sesuatu yang benar. Kuncinya dengan kecepatan kita dalam merespons," tandasnya. 

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyatakan sebanyak 81 persen penanganan pelanggaran masih lahir dari temuan jajaran pengawas pemilu. Data tersebut terjadi pada Pemilu 2019 silam. 

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty,  menerangkan laporan dari masyarakat terkait adanya penanganan pelanggaran masih minim. 

"Angkanya masih 19 persen. Maka tantangan Bawaslu di 2014 adalah bagaimana mampu menggerakan warga sipil, semua pihak, berkolaborasi melakukan pengawasan," papar Lolly, Kamis (1/11). (OL-6)

BERITA TERKAIT