29 November 2022, 15:04 WIB

Presiden sebut Pemilihan Yudo jadi Panglima TNI bentuk Rotasi Matra


Andhika Prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan salah satu pertimbangan utama dalam memilih Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI adalah rotasi matra.

Sebagaimana diketahui, jabatan Panglima TNI saat ini diisi oleh Jenderal Andika Perkasa yang berasal dari TNI Angkatan Darat. Sebelumnya, pimponan tertinggi angkatan bersenjata dipegang Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang berasal dari TNI Angkatan Udara.

"Sekarang yang kita ajukan satu calon, yaitu Kepala Staf Angkatan Laut karena memang kita rotasi matra," ujar Jokowi di Pontianak, Kalimantan Batat, Selasa (29/11).

Pengajuan Yudo Margono melalui Surat Presiden sudah disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan, Senin (28/11).

Selanjutnya, Yudo akan segera menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR.

Baca juga: Jokowi Segera Siapkan Pengganti Laksamana Yudo Margono

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan bahwa rotasi matra bukanlah suatu kewajiban. Hal tersebut tidak diatur di dalam peraturan perundangan manapun.

Hanya saja, ia mengakui ada aspek psikologis seperti kebanggaan tiap-tiap matra yang memang harus dijaga oleh negara.

"Kita perlu pertimbangkan aspek psikologi. Memang tidak wajib memilih bergilir, tetapi aspek psikologi dalam sebuah matra harus terjaga. Itu harus dipertimbangkan. Pride matra itu bagian yang harus dikalkulasi, tapi bukan berarti wajib," tandasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT