27 November 2022, 06:35 WIB

KNPI Jawa Barat Solid Dukung Ketua DPP Ryano Panjaitan


Bayu Anggoro |

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di kantornya, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu (26/11) malam.

Rakerda bertujuan untuk meningkatkan soliditas sekaligus menegaskan peralihan struktur organisasi KNPI Jabar menjadi di bawah kepemimpinan Ketua DPP KPNI Ryano Panjaitan. Sebelumnya, KNPI Jabar berada di bawah kepengurusan Ketua DPP KNPI Haris Pertama.

Ketua KNPI Jabar Ridwanwasyah Yusuf mengatakan, peralihan ini
didasari atas legalitas kepemimpinan Ryano Panjaitan di organisasi KNPI.

Ridwansyah menyebut, kepengurusan DPP KNPI Ryano Panjaitan adalah
pemilik SK Menkumham dan HAKI. Artinya, negara sudah siap bersinergi
strategis dengan DPP KNPI di bawah kepemimpinan Ryano.

"Seluruh komponen yang ada di DPD KNPI Jabar yang melibatkan semua OKP
dan semua DPD KNPI Tingkat II, telah menyatakan diri melebur menjadi
bagian dari kepemimpinan DPP Reno Panjaitan dengan status SK Kemenhumkam yang telah dimiliki beliau," ungkapnya seusai Rakerda.

Dia menuturkan, pihaknya pun telah menerima SK dari Ketua DPP KNPI Ryano Panjaitan dan siap bersinergi dalam membangun dunia kepemudaan di
Indonesia.

"Tadi malam Ryano Panjaitan telah menyerahkan SK kepada kami, dan
disaksikan oleh OKP dan DPD II," ujarnya.

Lebih lanjut, Ridwansyah menegaskan, DPD KNPI Jabar dipastikan akan lebih solid di bawah naungan Ketua DPP KNPI Ryano panjaitan. "DPD KNPI solid dan siap berkontribusi untuk pembangunan pemuda di Jabar. Kami siap bersama-sama Ryano Panjaitan menjalankan roda kepemimpinan KNPI membangun pemuda di Indonesia."

 

Majukan bangsa


Sementara itu, Ketua DPP KNPI Ryano Panjaitan menyambut baik bergabungnya DPD KNPI Jabar. Menurutnya, Rakerda ini adalah momentum
dalam membangun generasi emas Indonesia di masa yang akan datang.

Pemuda di Jawa Barat, ungkap dia, memiliki potensi yang luar biasa untuk memajukan bangsa. Oleh karena itu, ia akan menerapkan visi dan
misinya yaitu menciptakan pemuda yang memiliki daya saing dan mandiri
secara ekonomi.

"Saya menerima sekali niat baik yang dilakukan kawan-kawan Jabar, tapi
yang paling penting kita tidak lagi terjebak dalam sebuah dinamika
kepemudaan yang tidak berujung, malulah kita pemuda Indonesia," ujar
Ryano.

Jabar, lanjut dia, sangat terkenal dengan kesuburannya, handycraft misalnya. Program-program seperti ini yang harus digalakkan, tidak lagi program yang sifatnya seremonial semata, tapi betul-betul konkret yang mendatangkan kesejahteraan.

Ryano menuturkan, di era digital saat ini, pemuda harus memiliki kepekaan terhadap perkembangan zaman. Namun, hal itu harus diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari seorang pemuda.

Artinya, kata dia, saat ini pemuda harus berani bergerak daripada diam
di ranah wacana tak berujung, yang membuat pemuda Indonesia tidak
produktif. "Tidak lagi diskusi tanpa aksi. Sekarang era eksekusi ide
gagasan sebagai pemuda dari segala bidang. Dari sisi kemajuan teknologinya itu juga kita dorong dan juga mengawal proses-proses demokrasi," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT