26 November 2022, 18:46 WIB

Respons Pengamat saat GBK Dipakai untuk Kegiatan Politik


Indriyani Astuti |

RELAWAN Presiden Joko Widodo yang tergabung dalam Gerakan Nusantara Bersatu berkumpul di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, menggelar acara silaturahmi nasional, Sabtu (26/11). Para relawan mengenakan pakai yang didominasi warna putih telah memadati bangku-bangku stadion sejak pagi. 

Para relawan datang ke stadion GBK menggunakan bus. Walaupun dikatakan tidak ada pengalihan arus lalu lintas, namun kegiatan tersebut mengakibatkan kemacetan dari arah senanyan mengarah ke stadion GBK. 

Baca juga: LaNyalla Minta Bangsa Indonesia tidak Tinggalkan Pancasila

Acara tersebut dimulai pada pukul 06.30 WIB diawali dengan hiburan dari penyanyi tanah air, kemudian Presiden Jokowi tiba di Stadion GBK pada pukul 08.20 WIB. Presiden mengenakan kemeja putih lengan panjang. Jokowi memberikan pidato sekitar 30 menit. Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan pada para relawan untuk memilih sosok pemimpin yang memahami rakyat dan bersedia turun ke lapangan. 

"Jangan sampai, jangan sampai, jangan sampai, jangan sampai, kita memilih memilih pemimpin yang nanti hanya senangnya hanya duduk di Istana yang di air conditioner (AC)-nya dingin. Jangan sampai saya ulangi, jangan sampai kita memilih pemimpin yang senang duduk di Istana yang AC-nya sangat dingin," cetus Jokowi.

Jokowi menyampaikan bahwa pemimpin yang memikirkan rakyat terlihat dari penampilannya. Ia mencontohkan banyak kerutan dan rambutnya memutih putih.

"Dari mukanya itu kelihatan, dari penampilannya itu kelihatan. Banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat, ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua ada," ucap Jokowi. 

Acara itu diakhiri dengan tari-tarian nusantara dan berakhir pada pukul 10.30 WIB. 

Penggunaan Stadion GBK selain sebagai kegiatan olahraga menimbulkan reaksi dari para warganet di akun media sosial twitter. Hal itu lantaran Stadion GBK merupakan satu dari enam stadion terpilih yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-23 pada 2023 mendatang sehingga FIFA memberikan masukan tidak boleh ada kegiatan apapun dalam venue enam bulan sebelum penyelenggaraan.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan Stadion GBK sering dijadikan tempat untuk kegiatan politik. 

"GBK dari dahulu buat kegiatan politik sering. Buktinya setiap pasangan calon ada kegiatan politik di GBK," ujar Adi, Sabtu (26/11). 

Menurutnya Jokowi dan relawan yang menjadi sasaran kritik warganet. Meski demikian, ia menilai acara itu tidak akan memengaruhi elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang digadang-gadang mendapatkan restu dari Jokowi untuk maju menjadi calon presiden pada pemilihan umum (pemilu) 2024. 

"Paling yang diserang relawan dan Jokowi saja. Kecuali Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) hadir. Ganjarnya tidak hadir." ucap Adi. (OL-6)

BERITA TERKAIT