22 November 2022, 16:57 WIB

BPIP : Agama, Moral, dan Etika Bangsa Diwujudkan Lewat Nilai-Nilai Pancasila


Mediaindonesia.com |

AGAMA, etika, dan moral bangsa telah mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. 

Hal itu ditegaskan Sekretaris Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Mayjen TNI (purn) Wisnu Bawa Tenaya dalam diskusi pada kegiatan “Global Interfaith Dialogue: Religions Diplomacy for Humanity and Global Peace. Selasa (22/11). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengelola Masjid Istiqlal yang juga mengundang beberapa tokoh-tokoh lintas iman di Indonesia.

Menurut Wisnu, agama merupakan peran sentral dalam menjembatani dialog antara pihak yang bertikai dengan melibatkan nilai-nilai perdamaian yang diajarkan oleh agama. Karena peran agama itulah, maka Forum R20 pada 2-3 November telah menghasilkan rekomendasi untuk mengatasi konflik dan pertentangan agama di seluruh dunia.

Wisnu yang juga Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mengatakan, Bali dapat menjadi contoh, meski masyarakatnya mayoritas beragama Hindu, tetapi toleransi antar umat beragama sangat tinggi.

“Bukan hanya Pura, rumah-rumah peribadatan agama lain pun di Pulau Bali dapat berdiri dan berdampingan satu sama lain layaknya Masjid Istiqlal dan Katedral di Jakarta yang saling berhadapan.” ucap Wisnu.

Baca juga : BPIP: Mari Rekatkan Persatuan, Bantu Masyarakat Cianjur

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan, diplomasi agama adalah suatu hal yang penting karena diplomasi agama adalah satu dari sekian jalan untuk mendamaikan krisis kemanusiaan, konflik, pertentangan dan peperangan yang ada di dunia saat ini.

“Marilah kita bersama-sama juga dalam meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan nilai adat ketimuran. karena dengan itu toleransi beragama dapat terjaga di Indonesia.” Kata Nasaruddin.

Presiden Civilizations Exchange and Cooperation Foundation (CECF) serta pendiri Al Basheer Seminary, Interfaith Center & Institute, Imam Mohamad Bashar Arafat dari Amerika Serikat mengatakan, diplomasi agama itu penting karena itu bagian dari ilmu hubungan manusia serta memberdayakan ulama dan tokoh masyarakat untuk merangkul pluralisme agama dan keragaman budaya.

“a faith-based diplomacy is needed in order to develop structures and cooperation in building communities of peace and justice and support a vigorous educational coursework to build global cooperation.” ucapnya.

Acara Global Interfaith Dialogue: Religions Diplomacy for Humanity and Global Peace diadakan secara kolaboratif antara Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dengen Kedutaan Besar Amerika Serikat yang dihadiri perwakilan agama-agama, tokoh agama, Lembaga keagamaan dan penggiat dialog lintas agama. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT