18 November 2022, 19:53 WIB

Pengamat : Muktamar akan Mempertegas Peran Muhammadiyah


Putra Ananda |

PELAKSANAAN Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo akan semakin mempertegas peran Muhammadiyah dalam arah pembangunan bangsa.

Pengamat politik dari Universitas Brawijaya Anang Sujoko menilai dari awal perjalanan Muhammadiyah masih konsisten untuk tidak terlibat politik praktis.

“Itu menjadi lebih mudah untuk diperankan Muhammadiyah karena memang tidak pernah menyatakan afiliasi pada kepentingan-kepentingan capres tertentu. Itu yang membuat Muhammadiyah seharusnya tetap menjalankan marwah organisasinya sebagai sebuah lembaga kontrol,” ujar Anang dalam keterangan tertulisnya yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Jumat (18/11).

Meski tidak terafiliasi dengan partai politik Muhammadiyah akan tetap berfungsi sebagai lembaga kontrol. Sebagai organisasi non politik tidak serta merta membuat Muhammadiyah alergi terhadai politik. Tidak sedikit tokoh-tokoh dari Muhammadiyah yang sukses di dunia politik karena membawa nilai-nilai dari organisasi tersebut.

Baca juga: Narasi Kebangsaan Sangat Penting di Era Digital

“Banyak kekuatan kader-kader Muhammadiyah yang levelnya luar biasa sampai internasional. Cuma tidak nampak saja, tidak banyak terekspos. Ketika harus diposisikan pada birokrasi itu sah-sah saja bagi rezim dalam rangka menjaga keseimbangan (politik) itu,” pungkasnya.

Anang menuturkan Muhammadiyah secara organisasi dalam muktamar nanti tidak akan mengarahkan diri untuk berafiliasi politik. Urusan keterlibatan dalam politik praktis akan diserahkan pada pribadi masing-masing.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memastikan Presiden Joko Widodo akan membuka Muktamar ke-48 yang digelar di Solo, Jawa Tengah, Sabtu mendatang (19/11). Muktamar Muhammadiyah juga memiliki kegiatan lain atau side event bernama World Peace Forum.

Forum ini akan dihadiri oleh Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan tokoh-tokoh agama dari luar negeri. Forum ini bakal menyuarakan keadilan, persaudaraan dan keadilan bagi dunia.

"Penggembira dari Aceh dan Papua sudah berangkat. Tadi kami menerima delegasi dari Merauke sudah sampai sini," kata dia. (OL-4)

BERITA TERKAIT