28 October 2022, 16:35 WIB

Polisi Bidik Perusahaan Farmasi Lain Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut


Siti Yona Hukmana |

KETUA Tim Investigasi Kasus Gagal Ginjal Akut Brigjen Pipit Rismanto mengatakan pihak Bareskrim Polri membidik perusahaan farmasi lain dalam penyelidikan kasus gagal ginjal akut yang menyerang ratusan anak di Tanah Air. Sejauh ini sudah ada dua perusahaan farmasi yang disegel Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena diduga melakukan pelanggaran.

"Masih ada (perusahaan lain dibidik), nanti kita informasikan. Berikan kesempatan kami untuk mengumpulkan semua sampel dari mayoritas pasien," kata Pipit saat dikonfirmasi, Jumat (28/10).

Pipit mengatakan BPOM telah menyegel dua perusahaan farmasi. Namun, dia tidak menyebut nama perusahaan dan alamat kantor produsen obat itu.

"Untuk masalah dua perusahaan silakan nanti komunikasi dengan BPOM," ungkap jenderal bintang satu itu.

Namun, Pipit memastikan akan membantu BPOM dalam melakukan penyelidikan. Khususnya, dugaan tindak pidana yang dilakukan dua perusahaan farmasi tersebut dan perusahaan farmasi lain.

"Kita juga akan melakukan pendalaman, membantu BPOM," ucapnya.

Baca juga: Tangani Gagal Ginjal Akut Misterius, Pemprov DKI Siapkan RS Rujukan

Pipit menuturkan pendalaman itu dilakukan dengan mengumpulkan sampel seluruh obat yang digunakan korban gagal ginjal akut. Kemudian, menelusuri bahan baku yang digunakan produsen untuk membuat obat sirop. Sebab, dia belum dapat memastikan anak-anak terkena gagal ginjal akut karena meminum obat sirop.

"Kita kan juga sedang menelusuri bahan baku yang digunakan. Nanti biar sejalan semuanya. Apakah dari produksinya apakah bahan bakunya atau melebihi ambang batas," ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri itu.

Kasus gagal ginjal akut ini diusut empat direktorat Bareskrim Polri. Tim dipimpin Brigjen Pipit Rismanto. Kemudian, beranggotakan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, dan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.

Ada 255 anak terkena gagal ginjal akut misterius yang tersebar di 22 provinsi. Sebanyak, 143 di antaranya meninggal dunia sejak Agustus 2022 hingga Selasa, 25 Oktober 2022. Ratusan anak meninggal diduga kuat akibat meminum obat sirop tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).(OL-5)

BERITA TERKAIT