13 October 2022, 13:44 WIB

Kuasa Hukum Bharada E Sebut Sambo Berikan Perintah Tembak


Khoerun Nadif Rahmat |

KUASA hukum Bharada Richard Eliezer alias E, Ronny Talapessy membantah adanya keterangan Ferdy Sambo telah memerintahkan Bharada E untuk menghajar Brigadir J.

"Tapi, sesuai keterangan klien saya dan masih konsisten hingga saat ini, bahwa perintah dari FS adalah tembak, bukan ‘hajar’, ujar Ronny dalam keterangan tertulis, Kamis (13/10).

Ronny juga menjelaskan bahwa keterangan yang terlontar dari kliennya telah diuji secara hukum. "Artinya, keterangan yang disampaikan Bharada E sudah diuji LPSK dan memenuhi syarat sesuai dengan UU," kata Ronny.

"Syaratnya pun jelas, bukan soal keadilan bagi semua orang, tapi bukan pelaku utama dan sifat pentingnya keterangan Bharada E dalam mengungkap pembunuhan Brigadir J, dan hasilnya setelah Bharada E memberi keterangan, maka terungkap siapa dalang pembunuhan Brigadir J," sambung dia.

Selanjutnya, bagi Ronny, Sambo telah menganggap dugaan pembunuhan berencana ini terjadi lantaran sebuah kekeliruan yang tidak etis.

"Saya kira tidak etis dan tidak manusiawi ketika berpikir pembunuhan terencana ini dinilai hanya sebagai sebuah kekeliruan. Coba pikirkan perasaan keluarga korban. Dari kami dan klien kami langsung menyampaikan permintaan maaf dan sungguh merasakan kesedihan keluarga korban Brigadir J," terang Ronny.

"Beda dengan FS lewat kuasa hukumnya yang sampai sekarang bertahan dan malah membuat dirinya sebagai ‘korban’ dalam kasus ini," pungkas Ronny.

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo, Febri Diansyah mengatakan bahwa perintah yang diberikan oleh Ferdy Sambo kepada Richard Eliezer adalah untuk menghajar Joshua alias J, bukan menembak.

"Memang ada perintah FS pd saat itu, yg dari berkas yg kami dapatkan, itu perintahnya adalah "hajar chad", Namun yang terjadi adalah penembakan" ujar Febri dalam konferensi pers, Rabu (12/10) kemarin. (OL-12).

BERITA TERKAIT