10 October 2022, 20:39 WIB

Bareskrim Gagalkan Peredaran 179 Kg Sabu Jaringan Indonesia-Malaysia


Khoerun Nadif Rahmat |

DIREKTORAT Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran 179 kilogram (kg) narkotika jenis sabu jaringan Malaysia-Indonesia. Pengungkapan ini hasil dari kolaborasi antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Ditresnarkoba Polda Aceh dan Bea Cukai yang melakukan patroli laut dan observasi terhadap beberapa tempat yang dicurigai sebagai lokasi transaksi.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krinso Halomoan Siregar menjelaskan, awalnya Tim Satgas NIC mendapat informasi terkait pengangkutan sabu dalam jumlah besar dari Malaysia menuju Indonesia, melalui Perairan Aceh.

"Pada 5 Oktober 2022, diketahui target boat sudah masuk ke Kuala Leuge Peurlak, Aceh Timur dan keesokan harinya diketahui pelaku sudah memindahkan narkotika ke dalam mobil dan sebagian diangkut dengan sepeda motor," tutur Krisno, Senin (10/10).

Lebih lanjut, Krisno mengatakan tim kemudian melakukan pencarian dan pada pukul 07.15 WIB di Beusa Seberang, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Petugas kemudian menghentikan sebuah mobi Toyota Avanza warna hitam yang dikendarai pria berinisial F.

"Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan di bagasi mobil tersebut empat karung goni warna putih dan tiga tas biru berisi total 179 kilogram sabu, dikemas dalam 179 bungkus teh Cina berwarna hijau dan ada e-tiket atau stiker good dan nice," imbuh Krisno.

Setelah diinterogasi, F mengaku diperintah A untuk menjemput sabu di Kuala Leuge Aceh Timur dari seseorang berinisial Z sebagai tekong penjemput sabu ke Malaysia. F merupakan mahasiswa yang berperan sebagai kurir penjemput atau penerima setelah dari jalur laut. "Modus operandi menerima dan membawa narkotika jenis sabu dari jaringan pemasok di Malaysia yang diselundupkan melalui jalur laut menggunakan boat," kata Krisno.

Polisi saat ini masih memburu anggota sindikat lainnya berinisial A sebagai pengendali, Z dan K sebagai transpoter laut. (OL-15)

BERITA TERKAIT