05 October 2022, 23:20 WIB

Koalisi Partai Jelang Pilpres 2024 Dinilai Rentan Goyah


Bayu Anggoro |


KOALISI Yang dilakukan sejumlah partai saat ini untuk Pemilu
Presiden 2024 diprediksi tidak bertahan lama. Bahkan, bukan tidak
mungkin akan bubar, sehingga tidak bersama lagi saat ajang demokrasi
usai.

Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat, Haris Yuliana, meyakini jalinan
sejumlah koalisi partai saat ini tidak akan bertahan. Hal itu terjadi karena tidak adanya kesamaan yang mendasar dalam jalinan kerja sama tersebut.

"Saya tidak menemukan titik relevansinya dari setiap koalisi yang
sekarang terbangun," katanya di Bandung, Rabu (5/10).

Dia beralasan partai yang berkoalisi saat ini tidak memiliki irisan ideologi yang sama. Padahal, koalisi akan bertahan lama jika dilakukan oleh partai yang memiliki kesamaan ideologi.

"Saya melihat ada kepentingan yang berbeda di antara partai-partai yang sudah berkoalisi," katanya.

Tak kalah penting, dia menilai situasi global saat ini akan memengaruhi
peta koalisi partai di dalam negeri pada 2024 mendatang. Kondisi ekonomi duni yang saat ini sedang krisis bukan tidak mungkin berdampak terhadap perpolitikan dalam negeri.

Dia menjelaskan, kondisi saat ini kurang baik dengan terjadinya krisis
ekonomi. Ini dibuktikan dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi di hampir
semua negara. Terjadinya inflasi sehingga berkurangnya daya beli masyarakat ini dipicu  oleh pandemi virus korona yang belum berakhir.

Krisis ekonomi ini, lanjut Haris, akan berdampak terhadap situasi sosial di masyarakat. "Krisis ekonomi akan memicu terjadinya krisis sosial. Krisis sosial akan memicu krisis politik. Seandainya nanti secara global terjadi krisis politik, apakah koalisi partai-partai masih akan bertahan?  Mungkin nanti kepentingannya akan berbeda-beda," katanya. (N-2)

BERITA TERKAIT