05 October 2022, 23:07 WIB

Akademisi Nilai Tepat Keputusan PSI Usung Ganjar Sebagai Penganti Jokowi


Mediaindonesia.com |

KEPUTUSAN Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024 dinilai keputusan tepat. Alasannya karena Gubernur Jawa Tengah itu, secara statistik elektoral, berpeluang besar menang di Pilpres 2024.

Dosen FISIP Universitas Bung Karno, Faisal Chaniago mengatakan, dalam beberapa survei menunjukan Ganjar punya peluang yang besar untuk menang menggantikan Jokowi di Pilpres 2024. Faisal menilai, strategi politik yang dilakukan oleh PSI mendukung Ganjar sudah tepat.

“Sebagai partai pendukung, PSI jelas menginginkan pengganti Jokowi adalah orang yang punya kedekatan dengan Jokowi, dan bisa melanjutkan program pembangunan Jokowi. PSI melihat, Ganjar punya kedekatan politik dengan Jokowi, mereka sama-sama berasal dari PDI Perjuangan,” katanya, Rabu (5/1

Ia menambahkan, secara politik terlihat secera terang menderang Ganjar selalu memposisikan dirinya sebagai orang yang bisa melanjutkan program pembangunan Jokowi. Dan Ganjar mendukung program pembangunan yang dilakukan Jokowi. 

“Sementara dari sisi ideologi, antara PSI dan Ganjar mempunyai kesamaan, yaitu nasionalisme. Jika ada kesamaan ideologi akan memudahkan antara PSI dan Ganjar membuat program-program pembangunan, atau kebangsaan. Sebab mempunyai basis ideologi sama. Sikap politik pun menjadi senada,” jelasnya.

Faisal menambahkan, PSI dan Ganjar mempunyai pandangan yang sama, yakni semua warga negara mempunyai hak sama dan tidak boleh ada diskriminasi terhadap minoritas.   

Terkait dengan Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid sebagai cawapres, menurutnya pilihan itu akan memberikan keuntungan bagi Ganjar. Alasannya karena PSI telah mengawinkan dua kekuatan, yaitu nasionalis dan Islam tradisional.

“Kedua ideologi ini sama-sama mempunyai basis massa ini sama-sama banyak di Indonesia. Sangat tepat jika PSI memasangkan Ganjar-Yenny. Karakter basis massa nasionalis dan Islam tradisional adalah loyal, dan patuh pada figur pemimpin. Massa nasional, patuh pada pemimpin. Basis massa Islam tradisional loyal pada ulama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie mengatakan duet Ganjar- Yenny sangat cocok untuk Indonesia.

"Kombinasi Ganjar-Yenny Wahid kami nilai sebagai pasangan yang cocok untuk memimpin Indonesia ke depan," katanya saat jumpa pers secara daring, Senin (3/10).

PSI menilai, Ganjar sebagai sosok paling pas untuk melanjutkan kerja-kerja yang selama ini sudah dilakukan Presiden Jokowi dalam memajukan Indonesia.

"Ini adalah calon presiden 2024 pilihan rakyat lewat rembuk rakyat, bukan keinginan dari elite PSI," kata Grace.

Sedangkan, Yenny Wahid memiliki semangat untuk memajukan toleransi di Indonesia. Putri Gus Dur itu juga dinilai mumpuni sebagai tokoh perempuan di kursi pemimpin.

"Mbak Yenny kami nilai konsisten melanjutkan perjuangan Gus Dur yang toleran Sebagai tokoh pemikiran Islam, Mbak Yenny punya pemikiran di bidang sosial," ujar Grace. (Ant/OL-8)

BERITA TERKAIT