04 October 2022, 10:32 WIB

Dorong Integrasi Kota Cerdas, Kemendagri Gelar Integrated Technology Event 2022


Mediaindonesia.com |

EKOSISTEM kota cerdas merupakan kombinasi dari efektivitas pengelolaan sumber daya, kolaborasi lintas sektor, dan keterpaduan kebijakan pusat-daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Menurut Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, hal ini sejalan dengan upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif dan efisien demi mengakselerasi kesejahteraan masyarakat. 

“Teknologi digital bukan tujuan penyelenggaraan kota cerdas, namun alat untuk mencapai tujuan. Karena tujuannya bermuara pada pelayanan publik yang lebih cepat, lebih murah dan lebih baik,” ujar Safrizal ZA.

Ia menambahkan, momentum berharga yang diperoleh dari pandemi covid-19 yaitu pergeseran tatanan kehidupan menuju adaptasi kebiasaan baru yang mengurangi kontak/ pertemuan fisik, peralihan ke transaksi non-tunai dan digitalisasi pelayanan publik. Situasi ini menyadarkan banyak pihak untuk memposisikan penyelenggaraan kota cerdas sebagai bagian dari solusi yang inovatif. 

“Pengalaman pandemi telah menggeser paradigma dalam semua aspek kehidupan, termasuk pelayanan publik dari manual ke digital. Namun kita harus menempatkan hal ini dalam strata permanen bukan temporer pada penyelenggaraan pemerintahan daerah," tandas Safrizal.

Untuk itu, Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan bersama PT Napindo Media Ashatama (Napindo) akan menggelar Pameran dan Forum Teknologi Terpadu (Integrated Technology Event / ITE) 2022, pada 5 -7 Oktober 2022 di Jakarta Convention Center (JCC). 

Sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi, ITE 2022 kali ini digelar secara fisik yang terdiri dari pameran Indo Water, Indo Waste, dan Indo Renergy, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2022 Expo & Forum.

“Gelaran Integrated Technology Event 2022  merupakan wujud nyata kolaborasi seluruh pemangku kepentingan baik itu pmerintah pusat, pemerintah daerah, praktisi teknologi, dan dunia usaha, akademisi serta masyarakat serta dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan stimulan investasi terkait solusi dan penyedia kota cerdas serta sektor pendukung dalam sistem manajemen dan teknologi air bersih, pengelolaan persampahan, limbah, sistem transportasi," jelasnya.

Event ITE 2022 akan menghadirkan lebih dari 200 peserta pameran dari 19 negara, dengan estimasi pengunjung lebih dari 10.000 orang. Di samping eksibisi, gelaran ITE 2022 juga menginisiasi forum-forum profesional yang akan menghubungkan pemerintah pusat, para kepala daerah baik dengan pelaku teknologi solusi dan referensi dari berbagai ahli dan praktisi. 

“Mengingat arti penting dan strategis event ini, tentunya sangat sayang untuk dilewatkan, karena selain memuktahirkan perkembangan teknologi digital di era kekinian, juga membuka peluang investasi yang tentunya diharapkan dapat mempercepat agenda pemulihan ekonomi di masa transisi pandemi saat ini” pungkas Safrizal. (OL-8)

BERITA TERKAIT