03 October 2022, 19:18 WIB

Said Aqil Ajak Taubat Nasional Terkait Tragedi Kanjuruhan


Mediaindonesia.com |

TRAGEDI Kanjuruhan adalah sejarah kelam sepanjang sejarah sepak bola nasional Indonesia. Sebanyak 129 nyawa manusia hilang sia-sia dalam laga Arema VS Persebaya Sabtu (1/10).

Menurut mantan Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj mengajak semua eleman bangsa melakukan Taubat Nasional.

“Mari kita membacakan Al-Fatihah kepada mereka yang menjadi korban, semoga diampuni dosa-dosanya. Melihat beberapa tragedi yang bertubi-tubi atas bangsa ini. Saya mengajak semuanya untuk sama-sama melakukan Taubat Nasional," ujar Said Aqil lewat pernyataannya yang diterima Senin (3/10).

Kiai Said juga menekankan, bahwa tragedi Kanjuruhan ini tidak perlu mencari-cari kesalahan pihak atau orang lain. Ini adalah cobaan dari Allah, dan selalu ada hikmah di balik ujian ini. 

Adapun Deputi Kajian Said Aqil Siroj Institute, Abi Rekso memaknai seruan Taubat Nasional Kiai Said Aqil sebagai agenda refleksi bersama. Ini adalah ajakan yang meneduhkan tanpa harus menghakimi pihak atau orang lain.

“Jika orientasinya mencari kesalahan saja, maka akan ada polemik baru di tengah masyarakat. Kita jangan giring opini publik kesana. Di samping jumlah korban yang terus bertambah. Kita sepakat tragedi ini sejarah paling kelam sepak bola Indonesia dan dunia. Perlu adanya kebesaran hati kita, menerima tragedi ini sebagai pelajaran getir bagi bangsa dan dunia sepak bola kita," tandasnya.

Di sisi lain, ia menyadari bahwa sepak bola tidak bisa dilepaskan dengan masyarakat. Namun, membangun kesadaran publik sepak bola atas pentingnya sportivitas juga keutamaan. Agar tragedi seperti ini tidak pernah terulang lagi di Indonesia maupun internasional. 

"Yang jauh lebih penting, jangan sampai tragedi Kanjuruhan ini diproduksi untuk kepentingan politis kaum elite," pungkasnya. 

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada seluruh korban tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

"Santunan dari Presiden Jokowi sebesar Rp50 juta untuk masing-masing korban yang jumlahnya 125 orang. Mudah-mudahan itu dilihat sebagai tanda empati dan kehadiran negara. Jangan dilihat jumlahnya, tapi empati kepala negara dan kehadiran negara," ujar Mahfud. (OL-8)

BERITA TERKAIT