25 September 2022, 17:57 WIB

Prabowo Sowan Ke 9 Kiai Sepuh NU Jateng, M Qodari: Game Changer di Pilpres 2024


mediaindonesia.com |

KETUA Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan silaturahmi atau sowan ke 9 kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Perguruan Tinggi (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang, yang didirikan oleh KH Chudlori, yang kini diasuh oleh KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Jumat (24/9).

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan kunjungan Prabowo tersebut merupakan arah baru untuk mempertahankan dukungan dari basis umat Islam, khususnya di kalangan NU. 

Dulu, kata Qodari, Prabowo menggandeng kelompok PA 212 dan FPI saat maju pada Pilpres 2014 dan 2019. Kini, strateginya diubah dengan mendekati umat Islam dari kalangan Islam tradisional, khususnya warga Nahdliyyin.

Baca juga: Pasca-Bertemu, Cak Imin dan Prabowo Sepakat Buka Opsi Perlebar Koalisi

“Ini memperlihatkan arah baru untuk segmentasi atau basis politik yang dituju. Kita tahu pada 2014 dan 2019 arahnya itu dengan tokoh-tokoh Islam di PA 212 dan FPI. Tetapi, hari ini, kecenderungannya kepada tokoh-tokoh NU, baik di Jawa tengah dan nanti juga kiai-kiai NU di wilayah-wilayah yang lain,” ujar Qodari, Minggu (25/9).

Menurut Qodari, upaya yang dilakukan mantan Danjen Kopassus itu merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, NU merupakan Organisasi Masyarakat (Ormas) terbesar di Indonesia dengan jumlah pengikut sebanyak 30%-40% penduduk muslim di tanah air.

“Menurut saya, salah satu arah atau strategi baru yang penting dari Pak Prabowo bahwa Pak Prabowo itu tetap dekat atau mempertahankan basis Islamnya tetapi arahnya lebih kepada Islam tradisional,” jelasnya.

“Dan ini, menurut saya, adalah pilihan yang sangat benar. Pasalnya, NU itu sebagai organisasi Islam pengikutnya paling banyak. Kalau survei dari dulu sampai sekarang konsisten lah survei itu nggak pernah di bawah 33% atau sepertiga dari Islam itu adalah NU bahkan bisa mencapai 40%. Jadi, menurut saya, ini bisa menjadi game changer untuk Pak Prabowo di 2024 yang akan datang,” imbuh Qodari.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan, ketika masih aktif menjadi TNI sering bersilaturahmi ke pondok pesantren API Tegalrejo, Magelang saat masih dipimpin oleh Ayah dari Gus Yusuf untuk meminta doa dari sang kyai sebelum berangkat bertempur menjalankan tugas. 

"Karena itu kita datang ke kiai. Kita minta dulu, maaf, diberi doa. Bahkan kita minta dimandiin oleh para kiai," kata Prabowo.

Kini, setelah pensiun dari TNI, Prabowo mengaku tidak akan pernah lupa terhadap dunia pesantren dan akan terus mempertahankan silaturahmi yang telah lama terjalin dengan para kyai. 

“Dalam rangka silaturahmi, waktu muda saya pernah ke sini, waktu almarhum bapaknya Gus Yusuf, sekarang saya merasa perlu melanjutkan tali silaturahim dan kekeluargaan ini," ungkap Prabowo.

Diketahui, Prabowo bertemu dengan 9 kiai sepuh berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) didampingi oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, berdiskusi mengenai koalisi antara Gerindra dan PKB pada pilpres 2024 sekaligus meminta dan mendengarkan masukan dari 9 kyai sepuh. 

Adapun 9 kiai sepuh NU tersebut diantaranya, H. Muhammad Zaim Ahmad (Rembang), KH. Badawi Basyir (Kudus), KH. Zaenal Arifin (Demak), KH. Solahudin (Brebes), KH. Khaidar (Temanggung), KH. Nur Hidayat (Wonosobo), KH. Solikhun (Magelang), KH Much Attabiq Baqir (Purworejo), KH Nasrul Arif Abdurrahman (Tegalrejo). (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT