22 September 2022, 18:01 WIB

Satu Lagi Pamen Polri Disanksi Demosi terkait Kasus Kematian Brigadir J


Khoerun Nadif Rahmat |

KOMISI Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi pada mantan Panit II Unit III Den A Ropaminal Divpropram Polri Ajun Komisaris Idham Fadilah (IF). Salah satu sanksi tersebut merupakan sanksi administratif bersifat demosi selama satu tahun.

"Sanksi administratif berupa mutasi yang bersifat demosi selama satu tahun, semenjak di Mutasikan ke Yanma Polri," kata Kabagpenum Humas Polri Kombes Nurul Azizah, di Jakarta, Kamis (22/9).

Adapun sanksi lain, kata Nurul, berupa etika menyatakan jika perbuatan yang bersangkutan dinyatakan sebagai perbuatan tercela.

"Kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan," sebutnya.

"Ketiga kewajiban pelanggar untuk mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan, dan pengetahuan profesi selama satu bulan," tambahnya.


Baca juga: Kuasa Hukum Ferdy Sambo Membantah Adanya Kakak Asuh


Sidang etik AK Idham dipimpin oleh Kombes Rachmat Pamudji selaku Ketua Komisi KKEP beserta hakim anggota lainnya. Serta turut memeriksa sebanyak lima orang yang terdiri atas Kombes ANP, Iptu HT, Iptu JA, Aiptu SA, dan Briptu SMH.

AK IF telah dinyatakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 Huruf C, Pasal 6 Ayat 2 Huruf B PERPOL Nomor 7/2022 perihal Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sejauh ini, terdapat empat anggota Polri yang dijatuhi hukuman demosi. AK Dyah Chandrawati, Bharada Sadam, Briptu Firman Dwi Ariyanto, Briptu Sigid Mukti Hanggonomasing, serta AK Idham Fadilah masing-masing telah diberikan sanksi demosi selama satu tahun.

Sedangkan Brigadir Fryllian Fitri Rosadi dan Iptu Januar Arifin juga dijatuhi hukuman demosi akan tetapi berdurasi dua tahun. Adapun, AKB Pujiarto diberi hukuman berupa permintaan maaf kepada institusi serta pimpinan Polri.

Polri juga telah menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J), Polri sudah menetapkan lima tersangka yakni mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, serta dua ajudan Bharada Eliezer dan Bripka Ricky Rizal, dan sopir keluarga Sambo, Kuat Maruf. (OL-16)

BERITA TERKAIT