10 September 2022, 18:28 WIB

Jokowi Minta Layanan Visa dan Izin Tinggal Diperbaiki


Indriyani Astuti |

PRESIDEN Joko Widodo meminta agar pelayanan imigrasi dibenahi lantaran banyak keluhan yang masuk. Hal itu ditegaskan presiden dalam rapat khusus membahas mengenai _visa on arrival_ (VoA) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, (9/9).

"Jadi yang kita lihat dan disampaikan ke saya, banyak, baik dari investor, baik mengenai turis, baik mengenai orang yang ingin dapat kitas izin tinggal, auranya yang saya rasakan itu, imigrasi ini masih mengatur dan mengontrol. Sehingga apa? Akhirnya apa? Menyulitkan. Ini yang diubah total, harus. Yang seharusnya auranya adalah memudahkan dan melayani. Harus berubah total. Kalau kita ingin investasi datang, turis datang, harus diubah," tegas presiden.

Menurutnya pemberian visa atau Kitas kepada para investor turut melihat potensi investasi yang akan masuk, jumlah lapangan kerja yang terbuka, dan kontribusi terhadap ekonomi maupun peningkatan ekspor. Presiden mencontohkan sejumlah negara telah mempermudah pengurusan visa dan izin tinggal bagi warga negara asing yang memiliki kemampuan ekonomi atau keahlian khusus.

Baca juga: Kemenkumham Sahkan Mardiono Jadi Plt Ketum PPP, Kader Diminta Solid untuk 2024

"Jadi orang diberikan, baik itu yang namanya visa, yang namanya kitas—kalau kita ya—mereka melihat itu. Kalau dia investor, investasinya berapa, sih? Dia lihat, negara itu pasti lihat. Dia membuka lapangan kerja berapa ribu orang, sih? Atau memberikan kontribusi terhadap ekonomi kita berapa, sih? Orientasinya mesti harus ke sana. Atau meningkatkan ekspor berapa, sih?" paparnya. Presiden memberikan sinyal untuk pergantian pejabat apabila pembehanan layanan imigrasi tidak bisa dilakukan.

"Ganti itu kalau kira-kira memang enggak punya kemampuan untuk _reform_ seperti itu, ganti semuanya dari dirjen sampai bawahnya, ganti, akan berubah. Kalau _ndak_, enggak akan berubah," tandasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT