09 September 2022, 21:33 WIB

Presiden Harus Atasi Disharmoni Andika dan Dudung


Tri Subarkah |

KEPALA Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menilai Presiden Joko Widodo perlu mengambil langkah untuk mengatasi isu disharmoni di tubuh TNI antara Panglima Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral Dudung Abdurachman.

"Penting bagi Jokowi untuk menengahi serta memastikan Andika dan Dudung dapat saling bekerja sama," kata Anton kepada Media Indonesia, Jumat (9/9).

Isu keretakan antara dua elite di tubuh TNI itu mendapat sorotan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Senin (5/9) yang tidak dihadiri Dudung. Padahal, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mengikuti mengikuti acara tersebut mendampingi Andika.

Sementara pada upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) 2022 di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus, Bandung Barat, Kamis (8/9), giliran Andika yang tidak hadir. Adapun Dudung mengikuti acara tersebut bersama KSAU dan KSAL.

Anton mengatakan, hubungan pasang surut dalam institusi militer merupakan hal wajar. Meski keberadaan sebuah budaya politik dinilai hal biasa, ia menyebut dalam kadar tertentu hal itu bisa mengganggu performa institusi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

"Pembiaran atas kabar disharmoni ini justru akan mengganggu penuntasan rencana dan target pemerintah terkait sektor pertahanan," ujarnya.

Dampak destruktif bagi TNI, lanjut Anton, antara lain terganggunya target dan sasaran strategis militer, profesionalitas maupun soliditas di tubuh TNI. Bahkan jika terus dibiarkan, kabar disharmoni antara Andika dan Dudung bisa menurunkan moral prajurit. Sebab, keduanya memiliki posisi dan kewenangan strategis dalam institusi TNI.

Baik Andika dan Dudung sebenarnya sudah mengklarifikasi kabar disharmoni tersebut. Terkait ketidakhadiran Dudung dalam rapat dengan Komisi I, misalnya, Andika mengatakan tidak memiliki masalah dengan mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.

Sementara itu, Dudung mengaku sudah menghubungi Andika melalui pesan singkat meski belum bertemu secara langsung. "Beliau ada kesibukan kan mau ke luar negeri. Saya belum sempat ketemu, tapi saya sudah SMS-an. Sudah, enggak ada masalah, enggak ada yang dipermasalahkan ya. TNI solid," tandas Dudung di Mabes TNI AD, Rabu (7/9).

Media Indonesia telah menghubungi Andika secara langsung perihal ketidakhadirannya dalam upacara Penetapan Komcad. Namun sampai berita ini ditulis, belum ada jawaban dari Andika. (OL-8)

BERITA TERKAIT