09 September 2022, 16:25 WIB

Ikut-ikutan Nyapres, Sandiaga Uno bakal Terima Konsekuensi dari Gerindra


Zefanya Sara (MGN), Muhardi (SB) |

KETUA Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut Partai Gerindra akan menunggu pilihan dari Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno soal pernyataannya siap menjadi calon presiden (capres) 2024 mendatang.

Menurut Dasco, akan ada konsekuensi etik dan moral dari Partai Gerindra jika Sandiaga Uno memilih jadi calon presiden dari partai politik lain. 

Baca juga: Soal Pengganti Panglima TNI, Mahfud MD: Sudah Ada Mekanismenya

"Ada konsekuensi yang harus dijalani Sandiaga Uno jika tetap ingin mengikuti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024," ujar Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (9/9/2022).

Ia menegaskan, semua kader Partai Gerindra telah memutuskan untuk mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto, sebagai capres. "Gerindra sudah final bahwa pencapresan itu mencapreskan Pak Prabowo ya," tegasnya.

Dasco mengaku tidak ambil pusing dengan komunikasi politik yang dijalin Sandiaga Uno untuk mencapai keinginannya maju sebagai capres. Namun, ia menegaskan bahwa tiket pemilihan presiden (pilpres) tidak akan diberikan oleh Partai Gerindra. 

"Saya pikir komunikasi-komunikasi silakan saja dilakukan, tapi saya pikir untuk pencapresan sudah final," jelasnya.

Baca juga: Prabowo Subianto Unggul di Survei Capres Lewat Pertanyaan Terbuka dan Tertutup

Sebelumnya, Sandiaga Uno menyatakan kesiapannya maju dalam bursa capres Pemilu 2024. Hal itu disampaikan Sandiaga saat bertemu dengan sejumlah tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 30 Agustus lalu.

Kesiapan itu terlontar saat Sandiaga ditanya kesiapan maju dalam bursa capres Pemilu 2024. Sandi mengaku siap. Namun, untuk kriteria pasangan, Sandiaga menyerahkan kepada partai politik pengusungnya. (Mhd/A-3)

BERITA TERKAIT