18 August 2022, 23:23 WIB

LPSK Ingin Ada Tahanan Khusus Bagi Justice Collaborator


mediaindonesia.com |

LEMBAGA Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berharap adanya rumah tahanan yang dikhususkan bagi saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum (justice collaborator). Fasilitas itu dinilai penting untuk menjamin perlindungan.

"Idealnya, ke depan ada semacam rumah tahanan khusus bagi justice collaborator. Itu pasti akan memudahkan pengamanan dan perlindungan oleh LPSK," jelas ujar Juru Bicara LPSK Rully Novian, Kamis (18/8).

Baca juga: Hasil Autopsi Ulang Brigadir J Dipaparkan Besok

Hingga saat ini, LPSK belum memiliki rutan khusus. Sebab, hal itu secara administratif berada di bawah kewenangan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham. Wacana tahanan khusus untuk justice collaborator sudah pernah disampaikan kepada Menkumham Yasonna Laoly.

"Sudah kita sampaikan wacana itu tentang kemungkinan adanya rutan di bawah LPSK. Tapi, tetap cabangnya rutan yang secara administrasi menjadi kewenangan Ditjen Pemasyarakatan," imbuh Rully.

Terkait perlindungan yang diberikan terhadap Bharada Richard Eliezer atau Bharada E sebagai justice collaborator dalam kasus penembakan Brigadir J, pihaknya sudah menempatkan pengawal khusus di ruang tahanan Bareskrim Polri.

Baca juga: IPW Duga Informasi Konsorsium Sambo Berasal dari Internal Polri

"Sejak Jumat lalu, perlindungan darurat sudah jalan. LPSK menempatkan pengawalan, yang sementara kita koordinasikan dengan Bareskrim. Tapi, petugasnya dari LPSK," pungkas dia.

Diketahui, LPSK mengabulkan permohonan perlindungan yang diajukan Bharada E justice collaborator dalam kasus penembakan Brigadir J.(Ant/OL-11)
 

BERITA TERKAIT