18 August 2022, 13:00 WIB

Wapres: Konstitusi Jadi Landasan Kebangkitan PascaPandemi


Emir Chairullah |

KONSTITUSI diharapkan menjadi landasan kebangkitan ekonomi Indonesia pascapandemi. Oleh karena itu, menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, regulasi yang dibentuk harus mengedepankan keadilan dan kemanusian, serta ditopang dengan fungsi penjaga ketertiban.

“Dengan kata lain, konstitusi menjadi pandu bagi kita untuk membangun sistem yang lebih kuat pascapandemi, yang dipenuhi dengan spirit kemuliaan dan kebaikan, cermat menyerap aspirasi rakyat, mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi/golongan, serta berbuat adil terhadap sesama anak bangsa,” kata Ma’ruf saat memberi sambutan pada Peringatan Hari Konstitusi ke-77 Majelis Permusyawaratan Rakyat di Jakarta, Kamis (18/8).

Menurutnya, konstitusi harus menjadi rujukan, sumber utama dalam penyusunan undang-undang dan segala peraturan di bawahnya yang melingkupi kehidupan berbangsa dan bernegara. Rujukan yang dimaksud adalah prinsip, nilai, maksud, dan tujuan yang terkandung di dalamnya.

“Jadi bukan hanya disebut sebagai pemenuhan syarat formal, namun tidak ada realisasinya,” tukasnya.

Ia menyebutkan pasal 33 UUD 1945 secara tersurat dan tersirat sebetulnya telah menjadi pandu ekonomi agar semangat kegiatan ekonomi bersama/kolektif melalui koperasi melampaui perekonomian yang diinisiasi orang per orang (individu). Peran negara dalam penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam serta cabang-cabang produksi yang penting bagi negara juga sangat besar, yang ditujukan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan dan keadilan.

“Jika Pasal 33 UUD 1945 tersebut dijalankan dengan lurus, maka pembangunan ekonomi tidak akan memunculkan paradoks antara pertumbuhan dan pemerataan di mana pertumbuhan ekonomi yang dicapai tidak akan diiringi oleh ketimpangan,” jelasnya.

Baca juga: Cegah Polarisasi Jelang Pemilu 2024 dengan Kawal Konstitusi

Agar konstitusi dapat menjadi landasan yang kuat bagi kebangkitan ekonomi pasca pandemi, tambahnya, penting dirumuskan bagaimana konstitusi secara jelas akan memayungi dan memberi arah bagi perkembangan kegiatan ekonomi negara.

“Jalan lurus berdasarkan ruh konstitusi ini merupakan jihad ekonomi bangsa,” ujarnya.

Ia menyebutkan, seluruh negara belajar berupaya pulih dan bangkit lebih kuat agar tatanan kehidupan yang lebih mapan dapat dicapai kembali setelah tempaan pandemi Covid-19. Menurutnya, prinsip, nilai, dan tujuan bernegara yang terkandung di dalam konstitusi menjadi landasan yang kokoh dan prospektif bagi upaya pemulihan dan kebangkitan negara.

“Untuk itu, kita mesti meneguhkan beberapa fundamen penting bernegara, yaitu identitas sebagai bangsa yang kuat, menonjolkan gotong royong, persatuan dalam keberagaman, optimis dalam keadaan paling sulit, dan unggul dalam etos kerja,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT