05 August 2022, 13:50 WIB

Jokowi Pertimbangkan Naikan Gaji Pensiunan TNI


Indriyani Astuti |

PRESIDEN Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyadari besaran gaji pensiunan TNI  relatif kecil. Oleh karena itu, ia mengatakan akan memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Istana Negara, Jakarta, untuk mengkaji besaran pensiunan TNI. Hal itu diutarakan presiden saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), di Sentul Convention Center, Jawa Barat, Jumat (5/8).

“Saya tahu bahwa gaji pensiun untuk (pangkat) tamtama berada di angka Rp2,6 juta, untuk bintara Rp3,5 juta, dan perwira pertama berpangkat Kapten Rp4,1 juta. Saya tahu apalagi yang berada di Jabodetabek. Angka ini, angka yang memang masih sangat kurang,” tutur Jokowi. Turut hadir Kepala Staf TNI AD (KASAD) Dudung Abdurachman, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Ketua Umum PPAD Letjen (Purn) TNI Doni Munardo.

Pemerintah, sambung presiden, telah memberikan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk pensiunan. Namun, pemerintah menyadari besarannya masih kurang untuk kehidupan sehari-hari. Meski demikian, pemerintah tidak bisa menjanjikan kenaikan sebab kondisi perekonomian tengah sulit.

“Saya tidak janji, karena tadi saya sampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita berada pada posisi tidak mudah. Tapi pulang dari sini saya akan panggil Menteri Keuangan. Akan saya ajak hitung-hitungan, kalau nanti sudah final akan saya sampaikan pada bapak, ibu, dan saudara sekalian,” imbuh mantan Wali Kota Solo itu.

Jokowi pada kesempatan itu memberikan apresiasi pada para purnawirawan TNI AD atas pengabdian mereka. Selama aktif menjadi anggota TNI maupun yang telah purnatugas.

“Tidak pernah melepaskan pikiran dan hati atas negeri ini,” pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT