05 August 2022, 11:03 WIB

Komnas HAM akan Selidiki Kepemilikan Senjata yang Digunakan Bharada E


Siti Yona Hukmana |

KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengagendakan pemeriksaan terhadap tim laboratorium forensik (labfor) Polri terkait uji balistik atas tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Komnas HAM akan menggali terkait kepemilikan senjata yang digunakan Bhayangkara Dua (Bharada) Richard Eliezer Pudihang Lumiu (E).

"Jadi, agenda hari ini terutama kami akan meminta keterangan terkait uji balistik yaitu soal senjata yang digunakan, terus kemudian peluru dan juga hal-hal lain yang terkait dengan penggunaan senjata maupun peluru itu, misalnya registernya atas nama siapa senjata tersebut," kata komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (5/8).

Kemudian, terkait peluru, Beka mengatakan akan menggali terkait ada tidak peluru pecah. Komnas HAM akan menanyakan kecocokan pecahan peluru tersebut.

Baca juga: Polisi Pastikan akan Hadir di Pemeriksaan Balistik Kasus Brigadir J oleh Komnas HAM

"Kalau ada yang pecah itu apakah kemudian identik, ketemu tidak pecahannya dengan bagian peluru yang lain, terus juga tidak menutup kemungkinan tentu saja soal temuan-temuan lain dari tim khusus kepolisian kayak itu itu agendanya," ungkap Beka.

Beka tidak bisa memastikan jumlah tim labfor yang datang memenuhi undangan Komnas HAM. Hanya, Beka mengatakan sudah ada yang konfirmasi datang pagi ini.

Beka mengatakan agenda hari ini khusus untuk mendengarkan keterangan hasil uji balistik. Namun, dia tidak menutup pintu bagi tim siber yang ingin memberikan keterangan hari ini terkait hasil pemeriksaan telepon genggam.

"Kalau mereka datang dengan tim cyber juga kita akan agendakan. Jadi kami menunggu kedatangan semua tim yang datang dari kepolisian, kalau memang mereka datang bukan hanya balistik dan juga siber kami juga akan minta keterangan sekalian," ujar Beka. (OL-1)

BERITA TERKAIT