03 August 2022, 15:21 WIB

Para Syndicate: Jangan Sampai Masalah Anggaran Memperumit KPU


Yakub Pryatama Wijayaatmaja |

DIREKTUR Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo, mengemukakan bahwa polemik soal anggaran tambahan untuk tahun 2022 yang diminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) jangan sampai berlarut-larut. 

Diketahui, pemerintah menurunkan sebanyak Rp1,2 triliun untuk melaksanakan berbagai tahapan Pemilu 2024 di tahun 2022, jumlah itu masih kurang Rp4,3 triliun, dari Rp5,6 Triliun yang disetujui oleh DPR. 

Baca juga: DPP KNPI Mengapresiasi Gebrakan Menteri ATR Hadi Tjahjanto

“Jangan sampai masalah pencairan ini memperumit keadaan KPU dan proses tahapan-tahapan yang dilakukan oleh KPU,” ungkap Ari dalam diskusi media bertajuk Anggaran Pemilu Seret, Akankah Tunda Pemilu Lagi, Rabu (3/8). 

Ari menerangkan KPU harus berhati-hati dengan politik pemilu seperti tunda pemilu bahkan adanya isu tiga periode yang membuat gaduh lantaran anggaran yang masih belum jelas. 

“politik anggaran pemiu ini juga apakah dana yang sudah disetujui pagunya sudah ada? Karena kita harus melihat kondisi saat ini tengah pandemi, jadi mana dulu yang diprioritaskan,” paparnya. 

Maka, Ari menyarankan agar KPU dan pemerintah harus segera mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan anggaran tersebut. 

Sementara Direktur Kata Rakyat Alwan Ola Riantoby, menuturkan jika masalah anggaran terus berlarut-larut bisa membuat kepercayaan public terhadap kepemiluan jadi luntur.

“Seluruh pihak harus melihat dari aspek kepercayaan publik. Kalau masalah berlarut-larut dan pelaksanaan masalah pemilu tidak dapat optimal, maka kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu bakal jadi masalah,” pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT