03 August 2022, 10:41 WIB

Ketua HMI Lebak Tegaskan Suara Rakyat itu Prinsip Demokrasi


Wibowo Sangkala |

KETUA Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lebak, Mulyana menegaskan bahwa suara rakyat adalah nilai prinsipil demokrasi.

“Anda bisa bayangkan betapa prinsipilnya suara rakyat dalam konsepsi demokrasi. Karenanya, membicarakan demokrasi tanpa memahami arti penting suara rakyat adalah sesuatu yang nonsense (omong kosong-red),” kata Mulyana dalam diskusi pemuda di Lebak, Banten, Rabu (3/8/2022).

Menurut Mulyana, terminologi demokrasi berakar kuat pada semangat kedaulatan rakyat (people sovereignty).

Ia lebih lanjut menuturkan, demokrasi merupakan antitesis terhadap sistem pemerintahan oligarkis yang cenderung menempatkan elite sebagai pemegang kendali tunggal atas kekuasaan.

Dikarenakan kekuasaan elite adalah sesuatu yang ditolak dalam semangat demokrasi, maka kata dia, kecenderungan kekuasaan bergeser ke kekuatan elite harus dilawan.

“Dan kita melihat realitas politik tanah air belakang ini, khususnya menjelang Pemilu 2024, dominasi elite dalam menentukan keputusan publik sangat kentara. Ambil contoh, penentuan bakal calon presiden dan wakil presiden yang kini dimonopoli para petinggi parpol,” beber dia.

Ia mengatakan, situasi menguatnya pengaruh elite dalam peta perpolitikan jelang Pemilu 2024 menandakan ada yang hilang dalam semangat demokratisasi Indonesia hari-hari ini.

Karena itu, ujar dia, suara rakyat harus kembali diberi ruang demi merehabilitasi citra demokrasi Indonesia yang sedang memburuk.

“Tidak ada cara lain untuk mengembalikan reputasi demokrasi kita yang sedang cacat. Satu-satunya jalan adalah mengembalikan suara rakyat sebagai nilai utama demokrasi,” tandasnya. (OL-13)

Baca Juga: Tepis Pernyataan Mahfud MD, KPU: Anggaran Masih belum Cair

BERITA TERKAIT