26 July 2022, 21:08 WIB

MUI Harapkan Ukhuwah Islamiyah Terjaga Selama Pemilu 2024


M. Iqbal Al Machmudi |

UKHUWAH Islamiyah atau persaudaraan diharapkan tetap terjaga selama masa pemilu yang akan digelar 2024 mendatang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai perlunya kebersamaan meski berbeda pandangan politik.

"Yang penting jangan sampai tercarut-marut terpecah-belah hanya karena kepentingan sesaat waktu pemilu, waktu pemilihan presiden, atau waktu pilihan DPR," kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Marsudi Syuhud dalam Diskusi Ukhuwah Kebangsaan bersama Organisasi Sosial Keagamaan se-Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta Piusat, Selasa (26/7).

Rutinatas bangsa seperti pemilu jangan sampai membuat bangsa ini terpecah. Apalagi perpecahan dimulai dari organisasi-organisasi itu sendiri. Hal ini akan sangat berbahaya.

"Sehingga (pelaksanaan Pemilu) perlu mengendepankan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Basariah dan Ukhuwah Watoniyah itu intinya di situ," ujarnya.

Di kesempatan yang sama Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Buya Adnan Harahap menekankan ukhuwah sangat penting untuk mempererat dan menerima nikmat yang diberikan dari Allah SWT.

"Bangsa Indonesia ini banyak ragam suku dan budaya jika masih bersatu akan diberi nikmat maka bersyukur luar biasa. Oleh karena itu tanamkan diri kita insha Allah ukhuwah akan terbina dan betul sangat tinggi nilainya. Tolong persaudaraan ini jangan sampai diabaikan. Semoga Allah memberikan petunjuk, hidayah, dan Inayah dalam persaudaraan kita selama ini," ungkapnya.

Baca juga: Bekukan Kerja Sama dengan ACT, MUI Minta Kemensos Awasi Betul Lembaga Filantropi

Sekertaris Dewan Pertimbangan MUI Dadang Khamad menjelaskan kunci merekatkan ukhuwah persaudaraan dengan saling pengertian dengan berbagai suku bangsa yang ada.

"Kunci merekatkan ukhuwah berjiwa moderat yaitu tidak egois, menghormati budaya lain, berjiwa besar, dan lainnya. Kemanusiaan yang tinggi yaitu menghormati makhluk lain sehingga tidak perlu membenci orang lain yang berbeda," ujarnya.

Kunci lainnya ialah kebatinan yang mendalam harus memiliki kebenaran, kerendahan hati, penghormatan atas keberagaman dan lainnya.

"Antarormas harus saling menghormati tanpa ada yang melecehkan. Karena berawal dari melecehkan akan menimbulkan rasa marah dan saling menyakiti," pungkasnya.

Diketahui pada acara Milad MUI ke 47 digelar berbagai acara seperti Ukhuwah Kebangsaan untuk menyatukan para dai yang tersebar di seluruh indonesia. Melalui acara ini, para dai juga diharapkan menyatukan pandangan dalam hal nilai kebangsan agar bersama-agar menjaga negara. (A-2)

 

BERITA TERKAIT