07 July 2022, 23:27 WIB

Kejagung Belum Butuh Kesaksian Tambahan M Lutfi


Tri Subarkah |

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung belum berencana memanggil mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi lagi setelah diperiksa sebagai saksi pada Rabu (22/6).

Pemeriksaan itu diketahui terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada Januari 2021 sampai Maret 2022.

"Sementara ini belum (akan diperiksa) lagi," kata Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Supardi saat dikonfirmasi, Kamis (7/7).

Supardi menjelaskan, saat ini pihaknya masih melengkapi berkas untuk lima tersangka yang telah ditetapkan, salah satunya adalah anak buah Lutfi sendiri, yaitu Indrasari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Pedagangan.

Penyidik Gedung Bundar menargetkan, dalam bulan ini, tersangka dan barang bukti bisa dilimpahkan ke tim jaksa penuntut umum.

"Ini masih tahap I. Mudah-mudahan secepatnya bisa tahap II, mudah-mudahan nanti minggu depan atau minggu depannya sudah bisa tahap II," tandas Supardi.

Selain Wisnu, Kejagung juga telah menersangkakan dan menahan Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia.

Berikutnya ada nama Picare Tagore selaku General Manager PT Musim Mas dan Lin Che Wei (LCW) alias Weibinanto Halimjati. LCW merupakan pendiri dan penasihat kebijakan/analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI) yang jasanya digunakan Kemendag.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, penyidik JAM-Pidsus telah memeriksa anak buah LCW di IRAI berinisial BSW sebagai saksi pada Rabu (6/7) lalu. Inisial itu merujuk nama Brilliana Setyawitta Wardhani selaku project advisor IRAI.

Selain Brilliana, satu saksi lagi yang diperiksa kemarin adalah Direktur Utama PT Musim Mas Fuji bernama Siu Shia. (OL-8)

BERITA TERKAIT