06 July 2022, 20:50 WIB

Mendekati Tahun Politik, Waspadai Berita Hoaks Berkelanjutan


Mediaindonesia.com |

Kemajuan teknologi memudahkan penyebarluasan informasi melalui media digital. Masyarakat harus mewaspadai informasi tidak benar atau hoaks yang tersebar secara berkelanjutan.

“Berita hoaks yang disebarkan dan dibaca berulang-ulang, maka pikiran kita cenderung menerima sebagai kebenaran. Karena itu harus berhati-hati, apalagi mendekati tahun politik,” kata founder Entrepreneur Muda Peduli, Muhammad Muhyi Setiawan di Nganjuk, Jawa Timur, melalui siaran pers, Rabu (6/7).

Penyebaran berita hoaks, lanjut dia, menjadi salah satu cara mengadu domba beberapa golongan tertentu. Sehingga informasi yang diberikan terkesan menaku-nakuti atau menyesatkan penerima.

Saluran berita hoaks terbanyak di dunia digital, dengan media sosial berada di posisi teratas (92,4 persen). Jenis hoaks yang paling sering diterima mengenai sosial politik (91,8 persen) dan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) sebesar 88,6 persen.

“Ketika menerima satu berita, kita saring dan klarifikasi dulu, apakah berita itu benar atau bukan, baru bagikan ke teman dan orang sekitar. Jangan sampai ketika mendapat informasi langsung emosi. Itu bahaya,” ujar Muhyi. (OL-12)

BERITA TERKAIT