04 July 2022, 17:32 WIB

PPATK Endus Penyalahgunaan Dana Umat di ACT


Siti Yona Hukmana |

PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku telah menelusuri aliran dana di Aksi Cepat Tanggap (ACT). PPATK mengendus ada dugaan penyalahgunaan dana di organisasi nirlaba pengelola dana umat itu.

"Transaksi mengindikasikan demikian (ada penyalahgunaan dana)," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat dikonfirmasi, hari ini.

Ivan mengaku telah melakukan penyelidikan sejak lama. Hasilnya pun disebut telah diserahkan ke aparat penegak hukum.

"(Diserahkan) ke Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ya," ujar Ivan.

Dia menyebut penyelidikan masih berproses. Dia memastikan akan menyampaikan hasil lengkap ke aparat penegak hukum.

Netizen di media sosial Twitter ramai membicarakan Aksi Cepat Tanggap usai majalah Tempo menerbitkan berita berjudul "Kantong Bocor Dana Umat". Warganet mengajak masyarakat tak memercayai ACT tersebut.

Baca juga: Inflasi Turki Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Dekade

Di aplikasi Twitter. Tampak ACT menjadi trending topik. Ada 11,5 ribu netizen yang melakukan cuitan terkait Aksi Cepat Tanggap.

"Aksi cepat tanggap vs aksi cepat tilep fokus reportase Tempo adlh dana2 yang dipakai oleh elit ACT. Copas sebagian: Tempo ke Ibnu Khajar (Presiden ACT saat ini): Presiden ACT kabarnya mendapat gaji lebih dari Rp250 juta dan senior vice president sampai Rp150 juta, benarkah?," cuit salah satu akun @dina_sulaeman.

"Komen saya tentang isyu di Aksi Cepat Tanggap. Tertulis jelas di Tempo - itu kalau kita mau baca dgn jernih - ACT sekarang yg dipimpin Ibnu Khajar sdg mencoba memperbaiki diri. Mereka menghapus semua fasilitas2 mewah. Atas desakan netizen? Tidak, mereka lakukan duluan," cuit akun lainnya @af1_.

Ada pula yang mencuit terkait dugaan dana umat di ACT mengalir ke pelaku terorisme di Suriah. "Ini salah satu bukti Aksi Cepat Tanggap mendukung separatis Syria. Tanggap terhadap isu2 agama untuk mencari donasi ke masyarakat lugu. ACT ini juga diendorse oleh artis2 papan atas. Mungkin artis2 itu juga dapat bagian. @PPATK mesti mengusut ini, jgn2 jg mendukung terorisme?!!," cuit @HusinShihab. (OL-4)

BERITA TERKAIT