02 July 2022, 22:55 WIB

Kader Murni PPP Harus Mampu Bangun Lini Masa yang Setia dan Militan


Media Indonesia |

PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) terus menggerakkan mesin partai untuk menatap tahun politik di 2024. Sejumlah terobosan juga dilakukan dengan pembentukan kaderisasi yang lebih masif, sistematis, dan terukur. 

Dengan demikian, PPP mampu membangun lini masa yang setia dan militan. Apalagi selama ini PPP dinilai berhasil melakukan kaderisasi memiliki ideologi yang jelas dan kuat. Hal itu juga yang mendasari Aliansi Kader Penyelamat PPP mencabut tuntutan pengunduran diri Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. Selain itu mereka juga mendukung kebijakan ketua umum.

"Ini tentu hal positif yang harus diikuti semua pihak di PPP. Ketika ada riak-riak berupa demonstrasi pasti merugikan soliditas PPP. Kuncinya adalah mereka bersatu lagi, menjaga PPP agar tidak hanya bisa bertahan soal elektabilitas dan di pemerintahan, tetapi bisa naik dan bersaing dengan partai lainnya," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin di Jakarta, Sabtu (2/7).

Sebelumnya Aliansi Kader Penyelamat PPP pada Jumat (24/6) mengeluarkan pernyataan menuntut mundur Suharso dari jabatan ketua umum DPP PPP. Namun tuntutan itu akhirnya dicabut setelah ada deklarasi dan klarifikasi dari DPP melalui DPW PPP Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/6). Hal itu sebagai sikap ikhtiar dalam menjaga marwah PPP serta berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam berkhidmat di PPP.

"PPP adalah aset bangsa yang harus dijaga eksistensinya. Tentu itu harus dimulai dari kader-kadernya yang mengaku dan membuktikan jika murni mencintai PPP. Mereka jangan sampai terpecah-pecah," tambah Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) tersebut.

Sementara itu, Sekjen PPP Arwani Thomafi mengingatkan pengurus dan seluruh kader PPP diimbau untuk terus menjaga kekompakan dan kesetiaan. Sebab dengan begitu diyakini PPP akan berjaya di 2024. Para kader murni ditekankan untuk setia pada cita-cita partai, setia pada ideologi partai, setia pada nilai-nilai perjuangan partai dan setia kepada pemimpin partai. 

"Ada enam prinsip dasar PPP yakni ibadah, amar ma'ruf nahi munkar, kebenaran, kejujuran dan keadilan, musyawarah, prinsip persamaan, kebersamaan dan persatuan dan istikomah. Mbah Moen (KH Maimoen Zubair, alm) secara paripurna telah mengejawantahkan prinsip dasar berpartai tersebut dalam praktik dan tindakan. Warisan besar beliau ini harus senantiasa kita teruskan dan aktualisasikan dalam tindakan," tegas Arwani.

Ujian atau turbulensi merupakan hal yang biasa terjadi dalam partai politik. Aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi tidak dilarang. Arwani menuturkan PPP memiliki mekanisme kepartaian dan terbuka melakukan dialog. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT