02 July 2022, 22:28 WIB

WanaArtha Life Sebut Proses Negoisasi dengan Calon Investor Sudah Setengah Jalan


Mediaindonesia.com |

ANGIN segar berhembus untuk nasabah PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life). Sebab, kerja sama dengan investor baru yang diharap bisa menyelesaikan kasus gagal bayar tengah dalam penjajakan serius dengan pihak manajemen. Progres negosiasinya kini sudah lebih dari 50%. 

Direktur WanaArthaLife Adi Yulistanto mengatakan, meski proses negosiasi masih berlangsung, sudah mulai ada dokumen-dokumen tertulis yang diteken dan ditujukan kepada arranger dari calon investor.

"Kita harap segera, dengan asumsi dokumen-dokumen yang sudah ditandatangani bisa direspon positif oleh calon investor, mohon doanya,” imbuhnya, Sabtu (2/7).

Proses tersebut, sambungnya, sudah mencapai 20% jika asumsi indikatornya adalah total proses dari penerbitan Lol, proses negosiasi, presentasi & inroductary meeting di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) skema & penawaran, hingga realisasi pembayaran.

“Namun jika asumsi indikatornya hanya proses negosiasi agar investor dapat masuk ke perusahaan, maka dapat diindikasikan sudah lebih dari 50%. Jadi, tergantung dari mana kita melihatnya,” jelasnya

Adi menambahkan, pembayaran ke pemegang polis prioritas sudah mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Bahkan, kata Direktur Operasional Wanaartha Life Ari Prihadi Atmosoekarto saat ini dengan adanya gelombang ke 4 pembayaran sudah melampaui angka Rp3,250 milar.

Menurut Ari, perusahaan membayar pada pemegang polis skala prioritas, yang terkait dengan kemanusiaan, seperti kematian, kecelakaan atau sakit. 

Mengenai investor baru, pihaknya masih terus mematangkan perjanjian bersama broker investasi. “Masih ada satu poin yang belum sepakat, kita dari minggu lalu sudah dibicarakan terus, hari senin malam masih komunikasi. Poinnya terkait kewajiban adanya success fee. Jadi, kalau semua masuk ya tidak apa apa, wajar ada sukses fee. Tapi kalau tidak goal ya, kalau ada investor lain mau masuk boleh saja,” tandasnya.

Terkait pemeriksaan polisi kepada manajemen WAL yang lama, Ari berkata hal itu terkait kesalahan manajemen. “Tapi kan masih perlu dibuktikan oleh penegak hukum, saat ini kita terus perbaiki. Tapi banyak juga kita butuh dana besar, dana investor diperlukan untuk memperbaiki ini,” ujarnya. (Ant/OL-8)

BERITA TERKAIT