22 June 2022, 20:52 WIB

Presiden Pastikan IKN Pindah Sesuai Rencana


Andhika Prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo memastikan pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur telah berjalan sesuai rencana, sebagaimana ditetapkan dalam undang-undang.

Menurutnya, pemindahan ibu kota merupakan gagasan lama dari sejumlah pemimpin bangsa terdahulu yang belum bisa direalisasikan hingga saat ini.

"Ini adalah sebuah mimpi lama, gagasan lama yang belum dieksekusi, dan sekarang telah kita eksekusi dan ada back up undang-undangnya yaitu Undang-Undang Ibu Kota Negara," ujar Jokowi saat membuka Kongres Nasional XXXII dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota XXXI Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (22/6).

Dalam kesempatan tersebut, kepala negara memaparkan sejumlah alasan mengenai pentingnya pemindahan ibu kota negara. Salah satunya adalah pemerataan ekonomi yang ingin diwujudkan di seluruh penjuru Tanah Air dan tidak terpusat di satu pulau yang ada di Indonesia saja.

"Yang paling penting memang kita ingin Indonesiasentris bukan Jawasentris. Kita garis dari barat ke timur, dari utara ke selatan, ketemu di paling tengah itu yaitu Provinsi Kalimantan Timur," jelas mantan wali kota Solo itu.

Baca juga : Presiden Jokowi Ajak Pemred Media Massa Kunjungi IKN Nusantara

Selain itu, Presiden juga menjelaskan bahwa memindahkan ibu kota tidak hanya sekadar melakukan pemindahan secara fisik sejumlah infrastruktur yang ada di Jakarta. Lebih jauh dari itu, pemerintah mengubah pola pikir, birokrasi, menggunakan cara kerja baru berbasis teknologi.

"Di sini lah akan kita mulai future economy, green economy, future knowledge. Semua ingin kita lakukan di sini. Rumah sakit ya rumah sakit internasional, universitas ya universitas yang kelasnya betul-betul internasional dan kita harapkan ini juga bisa membuka yang namanya future job dan lfuture skill," tutur Jokowi.

Ia menambahkan, nantinya IKN akan memiliki desain dan fasilitas yang mendukung konsep ten minutes city, 70% area hijau, 80% transportasi publik ramah lingkungan, hingga penggunaan energi hijau.

"Ini desain-desain kota masa depan yang saya kira ini adalah miliknya anak-anak muda," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT