18 June 2022, 16:15 WIB

PDI Perjuangan Puas M. Luthfi Didepak dari Kabinet


Fachri Audhia Hafiez |

POLITIKUS PDI Perjuangan Ono Surono mengaku puas dengan hasil perombakan atau reshuffle kabinet Indonesia Maju. Khususnya pada pergantian posisi menteri perdagangan (mendag) dari M. Luthfi ke Zulkifli Hasan.

"Harus puas. Beberapa potret survei masyarakat terhadap kepuasaan kinerja presiden dari rakyat kan dalam hal ekonomi salah satunya," kata Ono dalam diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Dramaturgi Reshuffle', hari ini.

Ono mengatakan pergantian posisi mendag mengartikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendengarkan keluhan rakyat. Pasalnya, persoalan kelangkaan minyak goreng tak kunjung beres.

"Saya termasuk keras banget pada saat minyak goreng naik, langka, menteri perdagangan itu harus di reshuffle, ya. Alhamdulillah secara pribadi saya senang Pak Jokowi mendengar, apa yang dikeluhkan oleh rakyat," ujar Ono.

Dia meyakini posisi mendag yang kini ditempati Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) membawa harapan baru dalam membereskan persoalan minyak goreng. Terlebih persoalan minyak goreng menjadi ironi di negeri yang kaya dengan minyak sawit.

Baca juga: Hadi Tjahjanto Diminta Bereskan Ketimpangan di Lahan IKN Nusantara

"Masa sih Indonesia dengan produksi minyak sawit yang terbesar di dunia sampai sekarang masih susah, minyak goreng dengan harga mahal," ucap Ono.

Presiden Jokowi melakukan perombakan kabinet Indonesia Maju. Dua menteri baru yang ditunjuk Kepala Negara adalah Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) serta mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Lalu, tiga nama wakil menteri yang ditunjuk yaitu Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dan Raja Juli Antoni sebagai Wamen ATR/Wakil Kepala BPN.(OL-4)

BERITA TERKAIT