15 June 2022, 20:18 WIB

Surya Paloh: Pertemuan dengan Jokowi Bahas Prediksi Negara Gagal


Fachri Audhia Hafiez |

KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh mengungkap isi pertemuan sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet. Menurut Surya, pertemuan itu membahas mengenai prediksi World Bank dan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF).

"Tidak ada pembahasan yang terlalu serius tadi. Jadi memang satu hal yang saya pikir merupakan catatan serius adalah mengenai apa yang dipahami oleh IMF dan World Bank," kata Surya Paloh di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu (15/6)

Menurut Surya, terdapat catatan serius terkait 60 negara yang memiliki indikasi potensi menjadi negara failed state atau negara gagal. Presiden Jokowi disebut memfokuskan terkait hal itu.

"Karena efek dari pada pandemi, yang menimbulkan krisis pangan, dan multi crisis yang terjadi di negara-negara tersebut. Tapi tidak disebutkan negara-negara tersebut IMF maupun World Bank," ujarnya 

Indonesia, sambung dia, sudah mendapatkan peringatan. Namun, tidak masuk dalam daftar potensi negara gagal.

"Kita bersyukur, Indonesia tidak masuk dalam daftar dari negara yang terancam seperti itu," tandasnya.

Sejumlah ketua umum partai politik (parpol) diundang makan siang oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara sebelum melantik menteri dan wakil menteri. Adapun dua menteri yang dilantik adalah Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) serta Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Tiga nama wakil menteri yang dilantik yaitu Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dan Raja Juli Antoni sebagai Wamen ATR/Wakil Kepala BPN. (OL-8)

BERITA TERKAIT