13 June 2022, 15:50 WIB

TNI Dituntut Lebih Aktif Menggunakan Media Sosial


Bayu Anggoro |


LEMBAGA TNI harus lebih aktif dalam menggunakan media sosial
terutama di era digitalisasi sekarang. Hal ini sangat penting untuk
mencegah meluasnya penyebaran informasi bohong, khususnya yang menyangkut pertahanan dan keutuhan negara.

Pernyataan itu disampaikan Pemimpin Redaksi Metro TV, Arif Suditomo saat menjadi pemateri dalam kegiatan Public Speaking & Media Handling Training untuk perwira Siswa Pendidikan Reguler LXII Sekolah Staf & Komando TNI Angkatan Darat tahun ajaran 2022, di Seskoad Bandung, Senin (13/6).

Arif menjelaskan, di era digital ini penyebaran informasi sangat cepat.
Parahnya lagi, saat ini siapapun bisa menjadi sumber dan pelaku
penyebarluasan informasi dengan hadirnya media sosial.

"Buat organisasi angkatan bersenjeta, media sosial adalah hal yang sangat penting. Harus bisa dimanfaatkan dengan baik, karena itu bagian dari persenjataan yang dimiliki," katanya.

Terlebih, tambah Arif, pertempuran saat ini dan di masa yang akan datang tidak hanya sebatas menggunakan senjata, melainkan juga perang informasi. Sebagai contoh, misi pertahanan yang dilakukan TNI terhadap
kelompok separatis sering kali disalahartikan sebagai pelanggaran HAM.

Ini bisa terjadi karena minimnya informasi penyeimbang yang dilakukan
TNI. "Berita negatif jangan ditakuti. Tapi harus dilawan dengan berita
positif," ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, TNI maupun instansi manapun harus lebih
aktif dalam menyampaikan informasi baik melalui media arus utama maupun
media sosial.

Pada kesempatan itu, Arif pun menjelaskan berbagai hal tentang pengelolaan informasi baik melalui media arus utama maupun media
sosial.

"Bila ingin menyelami media arus utama dan media sosial, kita harus berada pada titik yang sudah menjalani sebagai pemilik akun. Pengisi, pembuat konten, dan pihak-pihak yang beraktivitas pada penyebaran informasi," bebernya.

Sebagai contoh, menurur Arif, TNI harus memahami tentang karakteristik
media. "Bapak/Ibu pernah berhadapan dengan media, baik sebagai pemirsa
tv, pembaca koran, atau pernah berhubungan langsung dengan media.
Editorial media merupakan refleksi dari rakyat kita, masyarakat kita,
komunitas kita. Itu adalah refleksi," katanya.

Dia memastikan sikap media melalui informasi yang disajikan merupakan
bentuk dari situasi di masyarakat. "Sikap media terbentuk karena ada
refleksi di masyarakat."

Dengan begitu, menurut Arif, harus dipahami juga tentang ritme media dalam menyajikan informasi kepada masyarakat. "Pahami editorial media. Yang mendasari bagaimana sikap media terbentuk."

Tak hanya itu, dia juga berpesan agar TNI memiliki hubungan yang baik
dengan insan media. "Bapak dan Ibu bisa melakukannya di setiap titik. Ajak ngobrol, kasih tahu kami situasinya seperti apa. Kami wartawan cinta NKRI juga," katanya.

Di tempat yang sama, Komandan Sesko TNI-AD Mayor Jenderal  Anton Nugroho bersyukur adanya pelatihan jurnalistik dari Metro Academy ini. Dia berharap nantinya para prajurit TNI mampu menyajikan informasi-informasi yang positif baik di daerah konflik maupun kesatuannya masing-masing.

"Kami bersyukur sudah menjalin kerja sama dengan Metro Academy, memberi
pelajaran kepada para siswa," katanya.

Dengan begitu, dia pun berharap para prajurit TNI sudah terbiasa behadapan dengan wartawan sehingga informasi yang beredar semakin positif.

"Bagaimana mengelola medsos maupun berita hoaks. Kita juga bisa membuat media center," tandas Anton. (N-2)

BERITA TERKAIT