29 May 2022, 07:15 WIB

Perkuat Alutsista, Indonesia Bakal Produksi GCI Bersama Prancis


Yakub Pryatama |

PERUSAHAAN induk holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID akan memproduksi Ground Controlled Interception (GCI). Melalui PT Len Industri, Defend ID menggandeng perusahaan ternama Prancis, Thales.

Wakil Menteri Pertahanan M. Herindra mengatakan kerja sama pembuatan 13 unit Radar GCI dilakukam guna memenuhi kebutuhan alutsista TNI.

Hal ini sejalan dengan apa yang selalu digaungkan oleh Presiden RI Joko Widodo, yaitu agar Kemhan dan TNI menggaungkan dan menjadi pelopor dalam pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri.

“Len dan Thales baru saja melakukan penandatanganan kerja sama pemenuhan 13 Radar GCI untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Semoga proses produksi segera berjalan dan lancar," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Len, Bobby, mengatakan selain produksi radar GCI, PT Len Industri dan Thales juga menyepakati dimulainya aktivitas pendefinisian concrete action untuk merealisasikan Head of Agreement (HoA) dari Strategic Partnership antara Len-Thales di tujuh area potensial.

“Kerja sama ini sangat positif bagi peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri kita,” kata Bobby.

Dalam dunia kemiliteran, Radar GCI menjadi salah satu alutsista utama yang fungsinya dapat diibaratkan sebagai 'mata' pertahanan.

Baca juga:  TNI Ajukan Penambahan Personel dan Alutsista untuk IKN Baru

Dengan jangkauannya yang bisa mencapai 450 km, radar tipe ini berperan memberikan pengawalan pada pesawat pencegat maupun pesawat buru sergap dalam menjalankan misinya.

Presiden RI Joko Widodo pada April 2022 mengingatkan Indonesia perlu segera membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri. 

Jokowi juga ingin agar kerja sama di bidang internasional juga diperkuat sekaligus berinovasi untuk pengembangan industri pertahanan Indonesia.

“Jadi semuanya ajak, tapi tetap mayoritas kita. Sehingga juga agar pasar kita lebih membesar. Terus berinovasi mencari cara dan mencari terobosan. Baik itu terobosan di bidang SDM, bahan baku, produk, proses bisnis dan operasionalnya," ujar Jokowi.(OL-5)

BERITA TERKAIT