24 May 2022, 07:30 WIB

Member DNA Pro Mengaku Terbantu Digital Trading


Mediaindonesia.com |

NASABAH perusahaan robot trading DNA Pro menolak digital trading disamakan dengan money game sehingga kegiatannya dinilai ilegal. 

Padahal, kegiatan digital trading merupakan bagian dari perkembangan teknologi dan informasi yang bisa membantu trader atau investor untuk memperjualbelikan komoditi secara digital.

“Kehadiran digital trading DNA Pro berkontribusi besar bagi perbaikan ekonomi masyarakat termasuk para pengusaha di masa pandemi. Sebelum bergabung, umumnya member melakukan analisis dan ternyata DNA Pro memiliki keunikan tersendiri yang membedakan dari entitas yang lain,” tutur Fery Harmayadi, seorang investor digital trading di DNA Pro dalam keterangan resminya, Selasa (24/5).

Fery menuturkan, sejak awal menjadi anggota DNA Pro, pihaknya tidak pernah dijanjikan keuntungan pasti 1%. Keuntungan itu bisa lebih atau bisa kurang tergantung kondisi pasar hari itu. 

Jika keadaan pasar memungkinkan, Fery bisa mendapatkan profit di atas 1,2%, bahkan hingga 1,8%.

Menurut Fery, untuk mencapai profit 1% per hari bukan perkara sulit. Apalagi dengan karakteristik emas/XAU yang volatilitasnya tinggi sangat dimungkinkan mendapat keuntungan lebih dari 1% per hari dengan waktu yang cepat dan mudah. 

"Begitu pula dalam hal rugi, bisa cepat dan mudah juga. Bahkan banyak trader manual profesional dalam keadaan market yang tepat bisa mendapatkan keuntungan 5% hingga lebih dari 10% per hari," ujar Fery.

Soal teknik trading yang dilakukan robot DNA Pro, kata Fery, selalu trading di jam yang aman, money management dan risk management yang terukur. Para anggota melihat bahwa open posisi (OP) robot DNA Pro tidak pernah delay trading. OP dilakukan beberapa kali dalam satu hari dengan jumlah lot sesuai dengan nilai dana yang diinvestasikan. "Open posisi ini dilakukan secara langsung yang berarti para anggota dan non-anggota DNA Pro juga dapat melihat secara langsung proses trading yang sedang berjalan," jelasnya.

Sementara itu, pengakuan Fira, member DNA Pro lainnya yang juga expert trader menuturkan, copy trading dari setiap OP yang dilakukan robot DNA juga dapat dilakukannya bersamaan dengan menggunakan broker lain yang berbeda. 

Artinya member juga dapat melakukan open dan close posisi yang sama secara manual bersamaan dengan OP yang dilakukan robot DNA Pro dengan hasilnya yang profit atau sama-sama loss pada posisi di waktu tersebut.

“Berkaitan dengan copytrade ini, tentunya harus didukung oleh grafik/chart yang sesuai. Saya melakukan perbandingan chart antara DNA Pro dengan beberapa chart dari broker yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Ternyata, chart DNA Pro sama dengan chart lain dan tidak ada penyimpangan yang signifikan hanya selisih beberapa pips yang sangat wajar antara broker satu dan lainnya,” kata Fira.

Sebagai member DNA Pro, Fira bersama keluarganya sangat terbantu secara finansial ketika pandemi Covid-19 sedang menyebar secara masif sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan nasional.

“Untuk itu, saya dan semua member DNA Pro sangat mengharapkan adanya proses regulasi dan pembinaan terhadap usaha digital trading di Indonesia, khususnya untuk DNA Pro agar segala instansi terkait bisa membina dan memberikan proses regulasi yang transparan juga memberi keamanan bagi investor di dalamnya," pungkas Fira. (OL-8)

BERITA TERKAIT