19 May 2022, 15:19 WIB

Kejagung Kembali Sita Tanah Bekas Dirut Taspen Life


Tri Subarkah |

PENYIDIK dan tim pengelolaan barang bukti pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik bekas Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) Maryono Sumaryono. 

Kali ini, aset yang disita adalah tanah seluas 3.915 meter persegi di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana menyebut, penyitaan dilakukan pada Rabu (18/5) sekira pukul 17.00 WIB. 

Penyitaan, lanjutnya, terkait dengan kasus dugaan korupsi ada pengelolaan dana Taspen Life antara 2017 sampai 2020.

Tanah tersebut disita berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Nomor Prin-107/F.2/Fd.2/05/2022 dan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Sleman Nomor 400/Pen.Pid/2022/PN.Smn. Kedua surat itu diteken pada 18 Mei 2022.

"Setelah dilakukan penyitaan, selanjutnya tim penyidik bersama tim pengelolaan barang bukti melakukan pengamanan aset berupa pemasangan tanda plang penyitaan terhadap barang bukti tersebut," kata Ketut melalui keterangan tertulis, Kamis (19/5).

Nantinya, aset milik Maryono itu akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hal itu untuk kepentingan perhitungan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara dalam proses hukum selanjutnya.

Sebelumnya pada Kamis (12/5) lalu, tiga aset milik Maryono berupa tanah dan bangunan seluas 10.795 meter persegi telah disita Korps Adhyaksa.

Kejagung menersangkakan Maryono bersama beneficial owner PT Sekar Wijaya Group Hasti Sriwahyuni pada Selasa (29/3). Dalam perkara itu, Maryono berperan menyetujui investasi pada kontrak pengelolaan dana (KPD) yang dikelola PT Emco Asset Management dengan underlying medium term notes (MTN) Prioritas Finance 2017.

Kegiatan tersebut dilakukan tanpa memperhatikan rekomendasi hasil analisis investasi. (OL-8)

 

 

BERITA TERKAIT