13 May 2022, 11:21 WIB

Koalisi Di Awal Bentukan Airlangga Budaya Baru Politik Indonesia


RO/Micom | Politik dan Hukum

KETUA Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di Rumah Heritage, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5) malam. Airlangga mengisyaratkan pertemuan tersebut merupakan kerja sama antara Golkar bersama PAN dan PPP.

Pendiri Cyrus Network Hasan Nasbi angkat bicara mengenai hal tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Airlangga itu adalah sesuatu yang baru.

"Apa yang dilakukan oleh Airlangga semalam menunjukkan dia seperti air tenang yang menghanyutkan. Lansekap politik Indonesia akan berubah secara drastis," kata Hasan, Jumat (13/5).

Menurut Hasan, ujian terberat dari 'copras capres' itu bukan soal elektabilitas, tapi kemampuan membungkus koalisi partai pengusung jauh-jauh hari. Dia mengatakan elektabilitas tanpa partai pengusung itu ibarat kepala yang melayang-layang tanpa badan dan kaki.

"Kemampuan membangun koalisi jauh-jauh hari itu menunjukkan leadership yang kuat," kata dia lagi.

Selain berani, lanjutnya, langkah Airlangga juga akan jadi trend setter budaya politik baru di Indonesia yang selama ini terbiasa membangun koalisi dengan sistem kebut semalam, atau koalisi injury time.

"Enggak ada substansi sama sekali ketika injury time itu kecuali bicara angka atau sekadar terpaksa karena tidak punya pilihan lain," katanya.

Sebelumnya, Airlangga yang juga Menko Perekonomian menyatakan bahwa pertemuannya dengan dua ketua umum partai politik itu adalah silaturahmi Idul Fitri, di mana mereka belum bertemu para ketua umum khususnya PPP dan PAN. Dia menyampaikan pertemuan tersebut agar mendorong bahwa 3 partai itu akan bekerja bersama atau akan bersatu.

"Bersatu itu sendiri adalah beringin, matahari, dan baitullah (Ka’bah). Jadi pertemuan ini tentu diharapkan dengan matahari ini PAN bisa berjalan, dan pohon beringin semakin tunbuh. Dan juga pertemuan kerja sama ini adalah yang diridhoi oleh Allah SWT," katanya.

Airlangga juga mengungkapkan, ke depannya ketiga partai bisa membangun budaya politik baru, yang mana budaya politik baru itu dijalankan dengan kerja sama yang berjenjang dan bertahap.

Sekedar diketahui, pada Pemilu 2019 lalu, Golkar meraih 85 kursi di DPR, sedangkan PAN 44 kursi, dan PPP 19 kursi. Jika mereka berkoalisi maka jumlah total sebanyak 148 kursi.

Salah satu syarat mengusung capres-cawapres pada Pilpres 2024 adalah memenuhi ambang batas presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen. Dengan 148 kursi, ketiga partai tersebut sudah memenuhi persyarat yaitu minimal 115 kursi, dari total 575 kursi di DPR. (J-1)

BERITA TERKAIT