11 May 2022, 20:42 WIB

Akademisi UB Nilai Ganjar-Erick Kuda Hitam di Pilpres 2024


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

AKADEMISI Universitas Brawijaya (UB), Wawan Sobari, mengatakan, berdasarkan tiga hasil survei yang dilakukan Indopol Survey and Consulting, Indikator Politik Indonesia dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), hanya ada tiga figur yang berpotensi kuat maju sebagai capres dan cawapres yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subanto dan Anies Baswedan untuk capres dan Erick Thohir, Sandyaga S Uno, Ridwan Kamil untuk cawapres.

Pengampu Ilmu Politik ini menyebut figur Puan Maharani belum menjadi faktor pendongkrak untuk menjadi cawapres. Meski cukup populer, Wawan menilai tingkat kesukaan masyarakat terhadap Puan masih kurang. Kemungkinan, ucap Wawan, kinerja Puan selama ini masih bertumpu pada jejaring partai politik (parpol).

"Jika dibandingkan dengan Erick Thohir yang sampai saat ini tidak menggunakan jejaring parpol, figur Erick di mata publik sudah sangat kuat. Ini bukti Erick dan timnya berkerja cukup gencar untuk meningkatkan elektabilitas, mirip yang dilakukan Ganjar dan Ridwan Kamil," ujar Wawan, dalam keterangannya, yang dikutip Rabu (11/5).

Wawan menyebut tingkat kesukaan publik terhadap Erick dan Ganjar terlihat dalam munculnya kelompok relawan di sejumlah daerah. Wawan menilai kedua figur tersebut memiliki potensi kuat berpasangan dan saling melengkapi dalam ajang Pilpres 2024.

"Pasangan Ganjar-Erick mirip dengan Prabowo-Sandiaga di pilpres 2019. Figur Erick tak bisa dilepaskan dari pengusaha yang sukses. Ditambah Erick diasosiasikan sebagai tokoh yang berasal dari luar Jawa," lanjut Wawan.

Berdasarkan survei IndoPol pada Januari 2022, lanjut Wawan, popularitas dan tingkat kesukaan terhadap Ganjar masih berkutat di wilayah Jawa. Untuk itu, keberadaan Erick disebut mampu mendongkrak popularitas Ganjar di luar Jawa.

Tak hanya populer, Wawan menilai Erick juga memiliki modal kapital dan tren elektabilitas yang terus menanjak seiring meningkatnya kinerja BUMN.
 
"Kepopuleran Erick di mata masyarakat akan terus meningkat. Erick memiliki modal yang sangat bagus yang tidak dimiliki tokoh lainnya. Kekuatan kapital Erick tak dimiliki oleh figur lain seperti AHY. AHY hanya memiliki modal parpol saja," ungkap Wawan.

Wawan menyarankan Erick harus terus bekerja keras dan memiliki strategi untuk membumi ke masyarakat. Sebab saat ini figur elit masih melekat di Erick. Langkah Erick untuk menyambangi kyai dan pondok pesantren suatu langkah yang patut diapresiasi.

"Lebih dari 70 persen calon pemilih hanya mengandalkan emosional. Sedangkan sisanya pemilih kritis atau rasional. Erick yang menjadi anggota Banser merupakan langkah yang harus ia tempuh untuk mendapat perhatian calon pemilih yang mengandalkan emosional atau informasi singkat," kata Wawan. (OL-13)

Baca Juga: Besok Pagi, 5 Penjabat Gubernur Dilantik Mendagri di Jakarta

BERITA TERKAIT