05 May 2022, 15:03 WIB

Sufmi Dasco Sebut Pertemuan Prabowo-Khofifah Hanya Silahturahmi


Sri Utami |

KETUA Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan ketua umumnya hanyalah sebatas silahturahmi Idulfitri kepada banyak tokoh di Jawa Timur termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Pertemuan itu murni silaturahmi lebaran karena memang Pak Prabowo sedang ke tokoh di Jawa Timur seperti para kiai dan alim ulama. Tentunya juga mampir ke gubernur," jelasnya, Kamis (5/5).

Menurut Sufmi, pertemuan tersebut wajar dalam suasana halal bihalal. Pertemuan dengan para tokoh dan Probowo itu tidak ada pembahasan melebar khususnya menyoal kesiapan dalam pencalonan Pilpres 2024.

"Para tokoh saling bertemu dan pembicaraan itu tidak melebar kemana-mana saya pikir itu hanya bersilaturahmi lebaran saja"

Saat ditanya terkait Khofifah masuk dalam radar partai kepala Garuda tersebut untuk mendampingi Prabowo berlaga di pemilu 2024, Dasco tidak menapiknya namun hal tersebut belum ada kepastian.

"Iya iya tapi masih jauh," cetusnya.

Baca juga: Anies Dinilai Sebagai Kandidat Terkuat Capres NasDem

Prabowpo ingin raih suara Jateng dan Jatim

Sementara itu, menurut peneliti politik CSIS, Arya Fernandes. menilai hal tersebut termasuk safari Prabowo di beberapa kota di Pulau Jawa.

Ini menunjukkan Prabowo ingin meraih simpati pemilih terutama di Jawa Tengah dan Timur. Menteri Pertahanan tersebut menyadari dalam pemilu sebelumnya, suaranya tidak optimal di kedua provinsi tersebut.

"Prabowo sadar bahwa tren elektabilitasnya mengalami stagnasi dalam beberapa waktu terakhir. Saya kira ia dan tim berfikir keras untuk menanggulangi hal tersebut, salah satunya dengan melakukan safari politik kepada sejumlah elite," ungkapnya.

Khofifah sambungnya bisa menjadi salah satu opsi kandidat yang diperhitungkan Prabowo, namun dengan situasi stagnasi elektabilitas Prabowo, tentu tidak mudah baginya untuk mendapatkan dukungan dari partai lain.

"Intinya dengan stagnasi Prabowo akan susah dapat koalisi. Stag karena faktor pemilih yang butuh calon baru dan tidak ada sesuatu baru yang menarik bagi pemilih," ucapnya. (Sru/OL-09)

BERITA TERKAIT