26 March 2022, 19:04 WIB

Alumni GMNI Serukan Gotong Royong Hadapi Disrupsi Ideologi Transnasional


Henri Siagian |

Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergotong royong dan berkolaborasi dalam transformasi bangsa, menghadapi tantangan disrupsi dan ancaman ideologi transnasional.  

“Kolaborasi yang melibatkan seluruh elemen kebangsaan dan negara penting untuk merespons disrupsi dan tantangan nasionalisme dalam mewujudkan masyarakat berdaulat, adil, dan makmur.,” kata Ketua Umum PA GMNI yang juga Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, melalui siaran pers yang diterima, Jumat (25/3).

Baca juga: Siapa Inisiator 6 Jam di Yogyakarta

Menurut Arief, transformasi bangsa dan seluruh prosesnya membutuhkan partisipasi dari seluruh komponen bangsa. “Gotong royong dan kolaborasi perlu diperkuat untuk mendorong proses transformasi bangsa mewujudkan masyarakat adil dan makmur,” ujarnya.

Arief mengatakan PA GMNI memandang Indonesia tengah menghadapi tantangan disrupsi akibat revolusi teknologi informasi dan komunikasi. Dalam situasi ini, PA GMNI melihat peluang sekaligus tantangan bagi eksistensi dan kepentingan bangsa serta negara. Karena itu, kolaborasi bangsa untuk menciptakan inovasi dan memperkuat gotong royong sangat diperlukan.

Baca juga: Ridwan Kamil Dukung Kongres GMNI di Bandung

PA GMNI, kata Arief, juga memandang perlu mewaspadai adanya muatan ideologis terselubung dalam disrupsi yang mengancam ideologi bangsa dan negara. Salah satu ancamannya adalah kapitalisme ekonomi yang memanfaatkan situasi pandemi dan konflik di sejumlah negara.

“Kepentingan ideologi kapitalisme ditransformasikan dalam bentuk pasar bebas yang menjauhkan peranan negara dari sektor-sektor strategis menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Ketua Umum PA GMNI.

Baca juga: Kini Giliran 'Emak-emak' Gugat Ambang Batas Presiden

Di sisi lain, ideologi transnasional bermuatan radikalisme dan fundamentalisme yang bersumber dari SARA perlu diwaspadai. Ideologi ini menggunakan isu-isu populis dan disebarkan dengan memanfaatkan prinsip demokrasi dan kebebasan sehingga memunculkan perpecahan bangsa.

“Saat ini, PA GMNI yang tersebar menjadi akademisi, birokrat, professional, enterprenuer, politisi, hingga budayawan siap berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa untuk kembali mendorong transformasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, serta membumikan Pancasila dalam berbagai kebijakan dan regulasi negara,” kata Arief.

Diisi Tokoh Nasional

PA GMNI adalah organisasi yang menjadi wadah berkumpul para alumni GMNI dari berbagai perguruan tinggi. Alumni GMNI selalu menjadi garda terdepan dan agresif dalam berbicara tentang persatuan nasional. Tak saja menjaga Indonesia secara naratif di ruang-ruang terbatas, Alumni GMNI juga secara aktif dan atraktif menunjukkan melalui tindakan.

DPP PA GMNI periode 2021-2026 akan dilantik dan dikukuhkan pada hari ini dikomandoi oleh Arief Hidayat sebagai Ketua Umum dan Abdy Yuhana sebagai Sekretaris Jenderal yang merupakan hasil Kongres IV PA GMNI, di Bandung  6-8  Desember 2021.  Saat ini  PA GMNI mempunyai kepengurusan di 34 provinsi  dan 258  kabupaten/kota.  

Sejumlah tokoh nasional menjadi pengurus di DPP PA GMNI periode 2021-2026 di antaranya, Ketua Dewan Kehormatan Siswono Yudho Husodo, Ketua Dewan Ideologi Guntur Soekarno Putra, anggota Wantimpres RI yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPP PA GMNI Soekarwo, dan Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pakar PA GMNI Ahmad Basarah.

Turut memberikan Sambutan Presiden  RI Joko Widodo, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan  Keamanan Mahfud MD.

Pelantikan dan pengukuhan yang menggunakan protokol kesehatan ini akan diikuti 400 pengurus yang meliputi Dewan Pengurus Pusat, Kompartemen, Badan Otonom, Dewan Ideologi, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, dan Dewan Pertimbangan. Selain itu turut diundang pimpinan lembaga negara, kementerian, pimpinan partai politik, pimpinan alumni Kelompok Cipayung, para alumni GMNI, para anggota GMNI serta media massa.  (X-15)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT